Apa itu Low Porosity Hair dan High Porosity Hair?

CNN Indonesia
Senin, 23 Feb 2026 10:45 WIB
Belanja produk perawatan rambut ternyata perlu memperhatikan tipe porosity atau porositas rambut.
Ilustrasi. Apa itu low porosity hair dan high porosity hair? Ketahui bedanya agar kamu tidak salah pilih produk perawatan rambut. (Freepik)
Jakarta, CNN Indonesia --

Belanja produk perawatan rambut ternyata perlu memperhatikan tipe porosity atau porositas rambut. Apa itu low porosity hair dan high porosity hair?

Porositas berkaitan dengan kondisi kutikula rambut. Kutikula merupakan laporan luar rambut yang keras dan protektif. Strukturnya saling tumpang tindih seperti atap rumah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Porositas rambut berarti kemampuan kutikula rambut untuk menyerap dan menahan kelembapan. Umumnya porositas rambut dibagi ke dalam dua kategori yakni, low porosity hair dan high porosity hair.

Apa itu low porosity hair dan high porosity hair?

Low porosity hair atau rambut porositas rendah berarti kutikula rapat sehingga air atau produk perawatan rambut sulit menyerap. Namun sekali terserap atau terhidrasi, rambut dapat mempertahankan kelembapan dengan baik.

Sementara itu, melansir dari Marie Claire, high porosity hair atau rambut porositas tinggi adalah kondisi kutikula lebih renggang. Rambut dapat menyerap kelembapan lebih cepat tapi juga gampang kehilangan kelembapan. Rambut pun cepat kering, kusut, atau rapuh.

Rambut porositas rendah biasanya diwariskan atau keturunan, sedangkan porositas tinggi lebih mungkin akibat kerusakan kumulatif.

Cara mengetahui jenis porositas rambut

Melansir dari Healthline, ada satu cara mudah untuk mengetahui jenis porositas rambut.

Pertama, keramas dan bilas rambut untuk menghilangkan sisa produk. Kemudian isi gelas dengan air.

Kedua, setelah rambut bersih dan kering, masukkan sehelai rambut ke dalam air. Amati helai rambut.

Jika rambut mengapung lalu tenggelam maka, kamu cenderung punya rambut dengan porositas rendah. Sebaliknya, jika rambut cepat tenggelam begitu masuk air maka, kamu cenderung punya rambut dengan porositas tinggi.

Kemudian perhatikan rambut kamu saat keramas dan penggunaan produk perawatan rambut. Berikut ciri-ciri rambut porositas rendah.

  • Produk rambut cenderung menempel dan tidak mudah terserap.
  • Air sulit meresap ke rambut saat keramas.
  • Rambut perlu waktu lama untuk kering secara alami.

Sebaiknya rawat rambut dengan tepat. Rambut porositas rendah perlu kondisioner bebas protein untuk mencegah penumpukan produk. Kamu bisa mengencerkan kondisioner terlebih dahulu sebelum diaplikasikan.

Pilih produk dengan bahan gliserin dan madu. Kemudian hindari produk dengan minyak karena sulit menembus kutikula.

Keramas harian hanya baik untuk rambut tertentu. Frekuensinya harus mengikuti kelembaban dan minyak alami rambut, bukan kebiasaan.Ilustrasi. Ketahui apa itu low porosity hair dan high porosity hair untuk menentukan cara dan produk perawatan rambut yang tepat. (Florence Febriani Susanto)

Sementara itu, berikut ciri-ciri rambut porositas tinggi.

  • Air dan produk pelembap lain cepat terserap ke dalam rambut.
  • Rambut cenderung mudah patah.
  • Rambut cepat keriting dan kering.
  • Rambut cepat kering secara alami.

Untuk rambut porositas tinggi, pilih bahan-bahan atau produk yang melembapkan rambut. Gunakan kondisioner tanpa bilas untuk mempertahankan kelembapan rambut.

Penggunaan alat pengering atau styling rambut dengan pemanas perlu disertai dengan produk pelindung panas.

(els)


[Gambas:Video CNN]