Kenapa Antibiotik Harus Dihabiskan? Ternyata Ini Alasannya

CNN Indonesia
Rabu, 04 Feb 2026 20:00 WIB
Sesuai aturannya, obat antibiotik harus diminum sampai habis. Sebenarnya kenapa antibiotik harus dihabiskan?
Ilustrasi. Sesuai aturannya, obat antibiotik harus diminum sampai habis. Sebenarnya kenapa antibiotik harus dihabiskan? (Istockphoto/ Richard Villalonundefined)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketika sakit, kamu mungkin sering diresepkan obat antibiotik oleh dokter. Sesuai aturannya, antibiotik harus diminum sampai habis.

Sebenarnya kenapa antibiotik harus dihabiskan?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Antibiotik adalah salah satu jenis obat yang paling sering diresepkan dokter pada pasiennya. Obat yang satu ini sering diberikan jika pasien memiliki penyakit atau infeksi yang berasal dari bakteri.

Cara kerja antibiotik adalah dengan membunuh bakteri atau menghambat pembunuhan bakteri di dalam tubuh.

Karena obat ini berfungsi untuk membunuh bakteri, obat ini jarang diberikan jika penyakit pasien disebabkan oleh virus, seperti flu atau batuk pilek.

Hal yang pasti disarankan oleh dokter untuk pasien yang diberi antibiotik adalah untuk mengonsumsi obat sesuai anjuran dan menghabiskannya. Namun, tak jarang orang mengabaikan hal tersebut.

Karena biasanya tubuh sudah terasa lebih baik atau tak lagi sakit sebelum antibiotik habis. Hal ini membuat banyak orang enggan menghabiskan antibiotik. Padahal, menghabiskan antibiotik sangat penting untuk dilakukan. Ini alasan di baliknya.


Alasan antibiotik harus selalu dihabiskan

ilustrasi antibiotikIlustrasi. Alasan antibiotik harus dihabiskan. (iStockphoto/Liderina)

Melansir Legacy Community Health dan Blanchard Valley Health System, ini alasan kenapa antibiotik harus dihabiskan.

Antibiotik adalah obat yang digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri, baik dengan cara membunuh bakteri maupun menghambat perkembangannya. Setiap jenis bakteri memiliki tingkat sensitivitas yang berbeda terhadap antibiotik tertentu.

Karena itu, tenaga medis akan memilih jenis antibiotik yang paling sesuai dengan penyebab infeksi.

Penting untuk dipahami bahwa antibiotik tidak bisa menyembuhkan penyakit akibat virus, seperti flu atau pilek, karena bakteri dan virus memiliki cara hidup dan berkembang yang berbeda di dalam tubuh.

Salah satu hal terpenting dalam penggunaan antibiotik adalah menghabiskan obat sesuai resep dokter. Meski gejala biasanya mulai membaik setelah beberapa kali minum obat, bukan berarti semua bakteri sudah mati.

Jika antibiotik dihentikan terlalu cepat, masih ada bakteri yang tersisa di dalam tubuh. Bakteri yang tersisa ini dapat berkembang biak kembali dan menyebabkan infeksi kambuh.

Lebih berbahaya lagi, bakteri tersebut bisa menjadi kebal terhadap antibiotik yang sama. Kondisi ini dikenal sebagai resistensi antibiotik, yaitu saat bakteri tidak lagi mempan terhadap obat yang seharusnya bisa membunuhnya.

Resistensi antibiotik merupakan masalah kesehatan global. Semakin banyak bakteri yang kebal, semakin sedikit pilihan obat yang efektif untuk mengobati infeksi.

Akibatnya, infeksi menjadi lebih sulit ditangani, membutuhkan perawatan yang lebih lama, dan berisiko menimbulkan komplikasi serius.

Inilah sebabnya setiap orang memiliki peran penting dalam mencegah resistensi, salah satunya dengan menggunakan antibiotik secara bertanggung jawab dan menghabiskan obat sesuai anjuran.

Selain itu, antibiotik tidak boleh digunakan sembarangan. Menyimpan sisa antibiotik untuk diminum di kemudian hari atau menggunakan obat milik orang lain sangat tidak dianjurkan.

Infeksi yang dialami seseorang belum tentu disebabkan oleh bakteri yang sama, sehingga antibiotik tersebut bisa tidak efektif atau justru memperparah masalah resistensi.

Jika dokter menyarankan untuk menghentikan atau mengganti antibiotik karena alasan tertentu, seperti adanya alergi atau hasil pemeriksaan yang lebih akurat, sisa obat sebaiknya dibuang dengan cara yang aman dan tidak diberikan kepada orang lain.

Singkatnya, menghabiskan antibiotik bukan hanya penting untuk menyembuhkan infeksi secara tuntas, tetapi juga untuk melindungi diri sendiri dan orang lain dari ancaman resistensi antibiotik. Dengan penggunaan yang tepat, antibiotik dapat tetap menjadi senjata efektif dalam melawan infeksi bakteri.

Demikian jawaban dari pertanyaan kenapa antibiotik harus dihabiskan. Semoga bermanfaat.

(sac/fef)


[Gambas:Video CNN]