Badai Salju Dahsyat, 7 Ribu Penumpang Terjebak di Bandara Jepang

CNN Indonesia
Selasa, 27 Jan 2026 11:15 WIB
Badai salju dahsyat melumpuhkan jaringan transportasi di sekitar Bandara New Chitose, Hokkaido, Jepang, pada Minggu (25/1).
Ilustrasi badai salju di Jepang. (REUTERS/KYODO)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badai salju dahsyat melumpuhkan jaringan transportasi di sekitar Bandara New Chitose, Hokkaido, Jepang, pada Minggu (25/1).

Melansir Mainichi, insiden ini menyebabkan sekitar 7.000 penumpang telantar dan terpaksa menginap di terminal bandara karena akses keluar-masuk terputus total.

Media sosial dipenuhi seruan bantuan dari para pengguna bandara yang menggambarkan situasi tersebut sebagai "level bencana" akibat kepadatan manusia yang luar biasa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan laporan Japan Airlines dan All Nippon Airways, sejumlah besar penerbangan dari dan menuju New Chitose dibatalkan. Kondisi diperparah dengan penutupan jalan tol menuju Sapporo sejak Minggu (25/1) malam waktu setempat.

Akses kereta api pun tidak berdaya. Hokkaido Railway Co. (JR Hokkaido) menghentikan banyak layanan yang melewati Stasiun Bandara New Chitose. Pada Senin (26/1), seluruh layanan kereta di area Sapporo dihentikan total untuk operasi pembersihan salju, dan diperkirakan baru akan pulih setelah pukul 13.00 waktu setempat.

Meski jalan umum secara teknis masih bisa dilalui, antrean panjang menghambat evakuasi penumpang. Seorang pengguna platform media sosial X melaporkan, "Antrean di pangkalan taksi lebih dari 200 orang, ini sudah level bencana."

Penumpang lain yang baru mendarat meluapkan rasa frustrasinya, "Saya sudah tiba di New Chitose, tapi bandara ini sudah seperti pulau terisolasi. Saya terjebak (checkmated). Dalam skenario terburuk, saya harus menginap di sini," ungkapnya.

Rekor Salju Tertinggi Sejak 1999

Badan Meteorologi Jepang (JMA) wilayah Sapporo melaporkan bahwa salju lebat mengguyur Hokkaido, khususnya wilayah Ishikari tempat bandara berada.

Di Distrik Chuo, Sapporo, tercatat salju setebal 54 sentimeter dalam waktu 24 jam hingga Minggu malam. Ini merupakan curah salju Januari tertinggi sejak pencatatan statistik dimulai pada Maret 1999.

Hingga saat ini, otoritas bandara dan maskapai penerbangan terus berupaya menyediakan logistik darurat bagi penumpang yang telantar sembari menunggu jalur transportasi kembali dibuka secara bertahap.

Bencana salju ini diperkirakan masih akan berdampak pada jadwal penerbangan di Hokkaido hingga beberapa hari ke depan.

(wiw)


[Gambas:Video CNN]