9 Minuman dan Makanan yang Sering Dikira Sehat, padahal Tinggi Gula

CNN Indonesia
Rabu, 28 Jan 2026 09:00 WIB
Ada sejumlah minuman dan makanan yang tampak sehat, tetapi ternyata tinggi gula. Apa saja itu?
Ilustrasi. Ada sejumlah minuman dan makanan yang tampak sehat, tetapi ternyata tinggi gula. (Jamie Hamel-Smith)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Asupan gula berlebih bisa menyebabkan berbagai macam komplikasi penyakit. Tak heran jika banyak orang berusaha mengurangi asupan gula dengan menghindari makanan manis seperti kue atau permen.

Namun, tanpa disadari kita malah mengonsumsi makanan yang sering dikira sehat padahal tinggi gula, terutama dalam bentuk makanan olahan. Apa saja itu?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Makanan yang sering dikira sehat padahal tinggi gula

Gula memang dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi, terutama gula alami yang berasal dari makanan utuh seperti buah dan susu. Masalahnya muncul ketika gula tambahan dikonsumsi berlebihan, karena dicerna dengan cepat dan memicu lonjakan gula darah.

Konsumsi gula tambahan yang tinggi dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko resistansi insulin, peradangan sistemik, hingga penyakit metabolik.

Sayangnya, banyak produk yang tidak terasa manis justru menyimpan gula dalam jumlah signifikan. Mengutip dari berbagai sumber, ini dia daftarnya:

1. Yogurt berperisa

Yogurt sering dianggap pilihan sehat untuk sarapan atau camilan. Namun varian yogurt berperisa, terutama yang menggunakan buah, kerap mengandung gula tambahan lebih banyak ketimbang buah segarnya sendiri.

2. Sup kalengan

Sup kalengan dikenal tinggi natrium, tetapi kandungan gulanya juga sering luput dari perhatian.

Sup berbasis tomat termasuk yang paling sering mengandung gula tambahan untuk menyeimbangkan rasa asam.

3. Saus salad

Salad memang identik dengan pola makan sehat, tetapi sausnya bisa menjadi sumber gula tersembunyi. Beberapa saus salad mengandung hingga beberapa gram gula dalam satu sajian kecil.

4. Saus tomat kemasan

Saus tomat dalam botol terlihat praktis dan sehat karena berbahan dasar sayur. Namun gula tambahan sering ditambahkan untuk mengurangi rasa asam sekaligus memperpanjang masa simpan.

Dalam setengah cangkir saus tomat kemasan, kandungan gula bisa mencapai hingga beberapa gram.

5. Jus buah

Ilustrasi jus buahFoto: iStock/Foxys_forest_manufacture
Ilustrasi jus buah.

Jus buah sering diasosiasikan dengan vitamin dan kesegaran. Padahal, banyak produk jus di pasaran mengandung gula tambahan meskipun diklaim berbahan buah.

Tanpa serat alami seperti pada buah utuh, gula dalam jus lebih cepat diserap tubuh. Hal ini dapat menyebabkan lonjakan gula darah meski rasanya tidak terlalu manis.

6. Granola dan snack bar

Granola dan snack bar kerap dipilih sebagai camilan praktis atau pengganti sarapan. Sayangnya, beberapa produk mengandung gula setara dengan permen atau cokelat batang.

Selain gula, produk ini juga sering mengandung tepung olahan. Tanpa membaca label, konsumen bisa mengira sedang memilih camilan sehat, padahal sebenarnya tidak.

7. Buah kering

Buah kering terdengar alami dan bergizi, tetapi proses pengeringan membuat gulanya menjadi lebih terkonsentrasi. Beberapa jenis buah bahkan ditambahkan gula untuk meningkatkan rasa.

Dalam satu genggam kecil, kandungan gula buah kering bisa jauh lebih tinggi dibanding buah segarnya.

8. Minuman olahraga

Minuman olahraga sering dianggap sehat karena identik dengan aktivitas fisik.

Padahal, dalam satu botol ukuran sekitar 600 ml, gula yang terkandung bisa setara dengan beberapa sendok teh gula, sehingga kurang ideal untuk olahraga ringan.

9. Susu cokelat

Susu dengan penambahan cokelat dan pemanis membuat kandungan gula tambahannya meningkat signifikan. Dalam satu gelas, gula tambahan yang terkandung bisa mencapai hampir tiga sendok teh.

Jika dikonsumsi rutin, asupan gula harian bisa bertambah tanpa disadari meski minumannya terlihat bernutrisi.

Itu dia beberapa minuman dan makanan yang sering dikira sehat padahal tinggi gula.

Sebisa mungkin hindari minuman dan makanan kemasan. Sekalipun membelinya, perhatikan baik-baik informasi kandungan nutrisi di label kemasan.

(han/rti)