Berat Badan Tidak Turun Meski Sudah Olahraga? Ini 13 Penyebabnya
Daftar Isi
-
Penyebab berat badan tidak turun meski sudah olahraga
- 1. Perubahan lemak tidak selalu terlihat di timbangan
- 2. Asupan kalori masih lebih tinggi dari yang dibakar
- 3. Asupan protein belum mencukupi
- 4. Terlalu banyak konsumsi makanan olahan
- 5. Metabolisme tubuh beradaptasi dan melambat
- 6. Pembatasan kalori terlalu ekstrem
- 7. Olahraga tidak bisa bekerja sendiri
- 8. Jenis dan intensitas olahraga kurang variatif
- 9. Masih mengonsumsi minuman tinggi gula
- 10. Kurang minum air putih
- 11. Kualitas tidur tidak optimal
- 12. Tingkat stres terlalu tinggi
- 13. Faktor medis dan pengaruh obat tertentu
Banyak orang bertanya-tanya mengapa berat badan tidak turun meski sudah olahraga dan pola makan juga sudah terjaga. Bagi yang sedang menjalani program penurunan berat badan, kondisi ini sering memicu rasa kecewa.
Terkadang penurunan berat badan dan intensitas olahraga memang tidak berbanding lurus. Tubuh memiliki mekanisme adaptasi yang berpeluang memperlambat hasil yang diharapkan.
Lihat Juga : |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyebab berat badan tidak turun meski sudah olahraga
Kalau kamu sedang berada di fase ini, bisa jadi ada beberapa faktor penyebab yang belum disadari. Berikut ini sejumlah alasan umum mengapa berat badan tidak turun sesuai ekspektasi, seperti dilansir dari berbagai sumber.
1. Perubahan lemak tidak selalu terlihat di timbangan
Angka timbangan tidak selalu mencerminkan perubahan lemak tubuh. Saat berolahraga, tubuh bisa membentuk massa otot sekaligus mengurangi lemak.
Hal ini membuat berat badan terlihat stagnan meski komposisi tubuh membaik.
2. Asupan kalori masih lebih tinggi dari yang dibakar
Kita mungkin tidak menyadari jumlah kalori yang dikonsumsi masih melebihi kebutuhan tubuh. Porsi makan, camilan tambahan, atau kebiasaan makan terlalu cepat, sering menjadi penyebab utama berat badan sulit turun.
3. Asupan protein belum mencukupi
Protein berfungsi menjaga rasa kenyang dan mempertahankan massa otot.
Kekurangan protein dapat membuat nafsu makan sulit dikontrol dan metabolisme tidak bekerja optimal. Pada akhirnya, lemak pun akan lebih sulit terbakar.
4. Terlalu banyak konsumsi makanan olahan
Foto: iStockphoto/AlexPro9500ilustrasi makanan olahan. |
Makanan olahan cenderung tinggi kalori tetapi rendah nutrisi. Ketergantungan pada jenis makanan ini dapat menghambat penurunan berat badan dalam jangka panjang.
5. Metabolisme tubuh beradaptasi dan melambat
Penurunan berat badan dapat memengaruhi hormon lapar dan kenyang. Diet yang terlalu ketat juga dapat memperlambat metabolisme dan meningkatkan risiko kehilangan massa otot.
6. Pembatasan kalori terlalu ekstrem
Mengurangi kalori secara drastis membuat tubuh masuk ke dalam mode bertahan. Kondisi ini justru meningkatkan risiko makan berlebihan setelah periode diet berakhir.
7. Olahraga tidak bisa bekerja sendiri
Olahraga membantu membakar kalori, tetapi sulit menciptakan defisit kalori tanpa pengaturan pola makan. Kombinasi olahraga dan pola makan seimbang dapat memberikan hasil yang lebih efektif.
8. Jenis dan intensitas olahraga kurang variatif
Rutinitas olahraga yang monoton membuat tubuh jadi lebih beradaptasi. Akibatnya, pembakaran kalori menjadi kurang optimal seiring waktu.
9. Masih mengonsumsi minuman tinggi gula
Foto: Istockphoto/photkaIlustras minuman manis yang tinggi gula. |
Minuman manis menyumbang kalori tanpa memberikan rasa kenyang. Jus buah dan minuman berlabel sehat pun sering mengandung gula tersembunyi.
10. Kurang minum air putih
Asupan cairan yang kurang dapat memengaruhi metabolisme dan rasa lapar. Minum air sebelum makan bisa membantu mengontrol porsi makan.
11. Kualitas tidur tidak optimal
Kurang tidur memengaruhi hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang. Akibatnya, keinginan makan meningkat meski tubuh tidak membutuhkan energi tambahan.
12. Tingkat stres terlalu tinggi
Stres bisa meningkatkan hormon kortisol yang berkaitan dengan penyimpanan lemak.
Dalam jangka panjang, stres juga mendorong kebiasaan makan emosional. Inilah yang menyebabkan berat badan sulit untuk turun.
13. Faktor medis dan pengaruh obat tertentu
Gangguan hormon seperti hipotiroidisme atau PCOS dapat menghambat penurunan berat badan. Beberapa jenis obat juga memiliki efek samping berupa kenaikan berat badan.
Itu dia sejumlah penyebab berat badan tidak turun meski sudah olahraga yang perlu kamu pahami agar tidak kecewa berlebih. Semoga program penurunan berat badan kamu berhasil.
(han/rti)
Foto: iStockphoto/AlexPro9500
Foto: Istockphoto/photka