Pelayaran Wisata di Labuan Bajo Ditutup Sementara Gegara Cuaca Ekstrem

CNN Indonesia
Rabu, 21 Jan 2026 10:45 WIB
KSOP Kelas III Labuan Baju menutup sementara layanan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) bagi seluruh kapal wisata, termasuk speed boat.
Ilustrasi. KSOP Kelas III Labuan Baju menutup sementara layanan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) bagi seluruh kapal wisata, termasuk speed boat. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Manggarai Barat, CNN Indonesia --

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo menutup sementara layanan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) bagi seluruh kapal wisata, termasuk speed boat.

Penutupan berlaku mulai tanggal 20 hingga 27 Januari 2026. Jika kondisi cuaca belum membaik sesuai informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), penutupan bisa diperpanjang.



Keputusan tersebut berdasarkan Maklumat Pelayaran Nomor 07/MP-I/2026 yang diterbitkan pada hari Selasa (20/1).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dokumen resmi yang diterima CNNindonesia.com di Labuan Bajo menyatakan bahwa langkah antisipasi diambil setelah mempertimbangkan prakiraan cuaca maritim BMKG, pengamatan laut dari pos darat, serta laporan dari kapal-kapal yang beroperasi di wilayah tersebut.

"Pelayanan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) untuk semua kapal wisata (termasuk speed boat) ditutup sementara tanggal 20-27 Januari 2026 sampai cuaca membaik kembali berdasarkan informasi dari BMKG," demikian bunyi bagian dari maklumat yang ditandatangani Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo.


Dalam maklumat tersebut, KSOP juga memberikan serangkaian instruksi bagi para pelaku pelayaran.

Nakhoda kapal diwajibkan memastikan kelayakan kapal dan segera berlindung jika menghadapi cuaca buruk.

Selain itu, setiap kapal yang mengetahui adanya bahaya cuaca juga diminta untuk memberitahukan hal tersebut kepada kapal lain.

"Kapal-kapal yang berada di perairan agar dapat menyesuaikan pelayaran nya, berlabuh atau mooring di area yang terlindung dari gelombang tinggi dan arus kuat serta mesin dalam keadaan standby," tulis maklumat tersebut.

Para pelaku usaha wisata setempat mendukung penuh kebijakan yang dikeluarkan KSOP.

Ketua Asosiasi Kapal Wisata Manggarai Barat, Ahyar Abadi mengatakan, keselamatan menjadi prioritas utama dalam kondisi seperti ini.

"Keselamatan kru kapal maupun wisatawan harus diutamakan. Kami mengimbau agar tidak memaksakan pelayaran dalam kondisi cuaca yang berisiko," ujar Ahyar dalam keterangan kepada wartawan, Selasa (20/01).

Sebelumnya, dalam pertemuan yang melibatkan berbagai asosiasi pariwisata seperti Asosiasi Speedboat, Asosiasi Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA), Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), Forum Komunikasi Kapal (FOKAL), Aseet, Gabungan Usaha Wisata Bahari dan Tirta Indonesia (Gahawisri), serta Dive Operators Collaboration Komodo (DOCK), pernah diusulkan opsi pembukaan jalur alternatif.



Namun, setelah mempertimbangkan data dan perkembangan kondisi cuaca dari KSOP dan BMKG, seluruh pihak sepakat untuk mematuhi kebijakan penutupan sementara pelayaran wisata.

Pihak KSOP mengimbau agar seluruh pihak selalu mengikuti informasi terbaru mengenai kondisi cuaca dan peraturan pelayaran yang akan diperbarui secara berkala sesuai dengan perkembangan situasi di lapangan.

(lou/asr)