Target Ambisius Malaysia, Siap Gaet 4,6 Juta Turis Indonesia pada 2026
Malaysia memasang target ambisius untuk menggaet 4,6 juta turis asal Indonesia sepanjang tahun 2026. Target ini merupakan bagian utama dari kampanye besar-besaran "Visit Malaysia Year 2026" setelah negara tersebut mencatatkan performa pariwisata gemilang tahun lalu.
Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Datuk Syed Mohamad Hasrin Tengku Hussin, menyatakan optimisme ini didasarkan pada pertumbuhan stabil jumlah wisatawan asal Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Selain itu, serangkaian aktivitas promosi besar-besaran telah disiapkan sepanjang tahun ini.
"Target ini selaras dengan tren pertumbuhan pengunjung Indonesia yang positif, ditambah dengan berbagai kegiatan promosi yang kami guncang selama 2026," lapor Malay Mail mengutip pernyataan Datuk Syed Mohamad.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kunci utama di balik tingginya kunjungan wisatawan Indonesia adalah kemudahan akses transportasi udara. Berdasarkan laporan Bernama, saat ini terdapat 396 penerbangan langsung AirAsia setiap minggunya yang menghubungkan 16 kota di Indonesia menuju Malaysia.
Jumlah tersebut setara dengan total kapasitas 72.822 kursi per minggu. Tak berhenti di situ, Indonesia AirAsia juga berencana membuka rute baru ke Malaysia yang diharapkan akan difinalisasi pada pertengahan tahun ini.
Keberhasilan Malaysia mengincar pasar Indonesia tidak lepas dari statusnya sebagai "juara baru" pariwisata di kawasan.
Selama dua tahun berturut-turut (2024 dan 2025), Malaysia berhasil menumbangkan dominasi Thailand dalam perebutan jumlah wisatawan mancanegara terbanyak di Asia Tenggara.
Pada tahun 2024, Malaysia menerima sekitar 4,1 juta turis asal Indonesia, sedangkan untuk tahun 2025 periode Januari-November saja kunjungan turis Indonesia telah menyentuh 3,8 juta kunjungan.
Malaysia sendiri telah menyambut 38,3 juta turis asing hingga November 2025, melampaui total capaian sepanjang tahun 2024.
Pencapaian ini didukung oleh kebijakan visa yang fleksibel serta peningkatan infrastruktur, termasuk peningkatan layanan di Terminal 1 Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA).
Bagi Indonesia, Malaysia tetap menjadi destinasi luar negeri favorit karena kedekatan budaya, jarak tempuh yang singkat, serta biaya yang kompetitif.
(wiw)[Gambas:Video CNN]