Apa Benar Asupan Lemak Harus Dihindari? Ini Penjelasan Ahli Gizi

CNN Indonesia
Jumat, 23 Jan 2026 06:00 WIB
Banyak orang berusaha menghindari lemak demi menjaga berat badan dan kesehatan. Namun, anggapan bahwa semua lemak itu buruk ternyata tidak sepenuhnya benar.
Ilustrasi. Tak semua jenis lemak harus dihindari. (iStockphoto/batuhan toker)
Jakarta, CNN Indonesia --

Banyak orang kini berusaha menghindari lemak demi menjaga berat badan dan kesehatan. Namun, anggapan bahwa semua lemak itu buruk ternyata tidak sepenuhnya benar.

Dokter spesialis gizi, Inge Permadi menegaskan, tubuh tetap membutuhkan lemak setiap hari. Namun, jenis dan cara konsumsinya yang perlu diperhatikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, lemak yang sebaiknya dibatasi adalah lemak yang berasal dari makanan tinggi kolesterol dan lemak jenuh.

Jenis lemak ini banyak ditemukan pada makanan yang digoreng berlebihan, santan kental, kulit ayam, jeroan, gajih, kerupuk kulit, hingga kuning telur jika dikonsumsi terlalu sering.

"Yang saya sebutkan itu adalah sumber kolesterol yang tidak baik untuk kesehatan kalau dikonsumsi berlebihan," jelasnya.

Inge menjelaskan bahwa ada juga lemak yang justru bermanfaat bagi tubuh. Lemak baik antara lain berasal dari ikan, minyak zaitun (olive oil), minyak sayur, serta kacang-kacangan seperti almond. Lemak-lemak ini berperan penting untuk fungsi tubuh, termasuk menjaga kesehatan otak dan otot.

Namun, lemak sehat tersebut tetap perlu dikonsumsi dengan cara yang tepat. Inge mengingatkan, minyak, seperti olive oil, sebaiknya tidak digunakan untuk menggoreng. Pasalnya, proses pemanasan tinggi dapat menghilangkan sifat baik dari minyak tersebut.

"Cara konsumsinya lebih sebagai campuran, misalnya untuk dressing salad. Kalau dipakai menggoreng, sifat baiknya bisa hilang," ujarnya.

Meski demikian, bukan berarti lemak harus dihilangkan sama sekali dari menu harian. Tubuh manusia tetap membutuhkan lemak dalam jumlah cukup.

Inge menyebut, asupan lemak yang dianjurkan sekitar 30 persen dari total kebutuhan kalori harian. Pasalnya, lemak berperan penting dalam tubuh, termasuk sebagai sumber energi, pelindung organ, dan pendukung fungsi otak.

ilustrasi daging sapiIlustrasi. Tak semua jenis lemak harus dihindari. (iStockphoto/magnetcreative)

Yang perlu diperhatikan adalah memilih sumber lemak yang lebih sehat dan menghindari lemak dengan kandungan gajih atau kolesterol tinggi.

"Lemak tetap ada, tapi kita menghindari yang ada gajihnya," kata Inge.

Dengan kata lain, kunci pola makan sehat bukan menghindari lemak sepenuhnya, melainkan mengatur jenis, porsi, dan cara pengolahannya.

Lemak baik tetap diperlukan tubuh, sementara lemak tidak sehat sebaiknya dibatasi agar tidak berdampak buruk bagi kesehatan jangka panjang.

(nga/asr)


[Gambas:Video CNN]