Museum Nasional Tingkatkan Fasilitas, Tarif Tiket Disesuaikan

Museum Nasional Indonesia | CNN Indonesia
Kamis, 01 Jan 2026 17:20 WIB
Museum Nasional Indonesia akan menyesuaikan harga tiket mulai 1 Januari 2026, seiring peningkatan fasilitas dan pengalaman pengunjung yang lebih modern.
Kepala Museum dan Cagar Budaya (MCB), Esti Nurjadin. (Foto: Arsip Museum Nasional Indonesia)
Jakarta, CNN Indonesia --

Museum Nasional Indonesia (MNI) resmi memberlakukan penyesuaian harga tiket masuk mulai 1 Januari 2026 sebagai bagian dari upaya peningkatan layanan dan fasilitas bagi pengunjung.

Kebijakan ini diiringi dengan berbagai pembaruan infrastruktur serta pengembangan pengalaman berkunjung yang lebih nyaman dan modern.

Kepala Museum dan Cagar Budaya (MCB), Esti Nurjadin, menjelaskan bahwa penyesuaian harga tersebut telah direncanakan sejak Agustus 2025, tetapi ditunda hingga 1 Januari 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami tunda sampai fasilitas yang kami punya sudah beres, karena kemarin masih berproses. Sistem BLU itu kan public service dengan bisnis mindset, kita utamakan layanannya," katanya dilansir dari detikcom, pada Rabu (31/12).

Sejumlah peningkatan fasilitas telah dilakukan, salah satunya kata dia, pemindahan area pintu masuk dan loket tiket dari Gedung A ke Majapahit Hall yang memiliki ruang lebih luas. Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan kenyamanan dan kelancaran arus pengunjung.

Selain itu, Museum Nasional Indonesia juga tengah menyiapkan alih fungsi auditorium di basement gedung menjadi masjid. Fasilitas ibadah tersebut ditargetkan rampung dan siap digunakan pada akhir Januari 2026.

"Untuk mengubah itu juga butuh proses, apakah sudah sesuai dengan emergency exit cukup atau tidak. Kami sudah buat shaf-nya, tapi tempat wudhu yang belum ready. Diharapkan siap akhir bulan Januari," kata Esti.

Esti menceritakan, setelah adanya peningkatan fasilitas, luas area non-tiket sebelumnya ada 3.800 meter persegi. Mayoritas berasal dari bagian taman di depan fasad, namun pihak MCB sudah menyesuaikan kini jadi 8.100 meter persegi.

"Ada area non-tiket yang lebih banyak dan kita pertimbangkan untuk kenyamanan pengunjung. Kita juga menyiapkan peta, jadi pengunjung yang sudah bayar dapat peta fisik buat kenang-kenangan dan gelang tiket. Ini sudah siap 3 Januari nanti, jadi kenang-kenangan, walaupun beberapa tempat mungkin gak penting ya," katanya tertawa.

Tak hanya dari sisi fasilitas, MNI juga memperkaya konten pamerannya. Selain koleksi permanen, museum kini menghadirkan Pameran Sejarah Awal yang dibuka pertengahan Desember 2025.

Pameran ini menampilkan empat temuan penting Eugene Dubois yang telah kembali ke Indonesia dan menjadi bagian dari narasi awal peradaban manusia.

Kemudian, kata Esti, mulai Januari 2026, ruang ImersifA juga akan diperbarui dengan konsep baru yang tak kalah seru. "Pelan-pelan kita berjalan dulu sekarang, pindah tiket, sekarang pun sistem tiket yang mempercepat tanpa layanan orang. Jadi tinggal tap in atau Qris," tegasnya.

Sementara itu, Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menyampaikan bahwa penyesuaian harga tiket merupakan bagian dari upaya membangun apresiasi publik terhadap museum sebagai ruang edukasi dan kebudayaan.

"Kepada masyarakat umum kita tingkatkan, supaya ada apresiasi kepada museum dan juga pada pengunjung wisatawan asing terutama, sehingga mereka bisa melihat, mengapresiasi juga museum kita," tegasnya pada Rabu (31/12).

Sebagai informasi, harga tiket Museum Nasional Indonesia kini ditetapkan sebesar Rp50 ribu untuk pengunjung umum, Rp30 ribu untuk pelajar, serta gratis bagi anak di bawah usia tiga tahun. Pengunjung lansia di atas 60 tahun juga tetap mendapatkan akses gratis.

Sedangkan untuk wisatawan mancanegara (WNA), tiket ditetapkan Rp150 ribu, sementara pemegang KITAS dikenakan tarif Rp50 ribu. Tiket tersebut belum termasuk akses ke ImersifA yang dibanderol Rp35 ribu per orang.

(inh)
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
TERPOPULER