Apa yang Terjadi pada Tubuh Jika Terkena Gas Air Mata?

CNN Indonesia
Jumat, 29 Agu 2025 20:15 WIB
Paparan gas air mata memicu dampak baik jangka pendek maupun jangka panjang.
Ilustrasi. Massa aksi di sejumlah wilayah harus berhadapan dengan tembakan gas air mata pada Jumat (29/8). Apa yang terjadi pada tubuh jika terkena gas air mata? (REUTERS/Willy Kurniawan)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Massa aksi di sejumlah wilayah harus berhadapan dengan tembakan gas air mata pada Jumat (29/8). Apa yang terjadi pada tubuh jika terkena gas air mata?

Pantauan CNNIndonesia.com, di Kwitang anggota Brimob menembakkan gas air mata sekitar pukul 17.08 WIB. Tembakan gas air mata membuat rombongan Ojol dan sebagian warga berhamburan.

Sementara itu, aparat kepolisian juga menembakkan gas air mata ke massa aksi di depan Gedung negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Massa menggeruduk beberapa lokasi termasuk markas Brimob sebagai bentuk reaksi terhadap kematian Affan Kurniawan, seorang pengemudi Ojol yang tewas dilindas rantis Brimob pada Kamis (28/8).

Apa yang terjadi pada tubuh jika terkena gas air mata?

Meski dinamakan gas, tear gas alias gas air mata bukan berupa gas. Gas air mata terdiri dari bahan kimia padat atau cair dan biasanya berbentuk semprotan atau bubuk.

Melansir Medical News Today, zat-zat ini bereaksi dengan kelembapan dan menimbulkan rasa sakit dan iritasi. Oleh karenanya, gas air mata memengaruhi area tubuh yang lembap seperti, mata, mulut, tenggorokan, dan paru-paru.

Gas air mata awalnya dikembangkan sebagai senjata kimia dalam dunia militer. Senjata kimia ini sudah dilarang dalam peperangan tetapi masih digunakan oleh polisi atau personel militer untuk membubarkan kerumunan atau menghentikan pergerakan massa.

Ketika tubuh terpapar gas air mata, terdapat sejumlah efek baik jangka pendek maupun jangka panjang.

1. Mata

Seperti dilansir dari Healthline, berikut efek jangka pendek paparan gas air mata pada mata.

  • Mata berair
  • Kelopak mata tertutup
  • Gatal
  • Sensasi terbakar
  • Kebutaan sementara
  • Penglihatan kabur
  • Luka bakar kimia

Dampak jangka panjang

  • Kebutaan
  • Pendarahan
  • Kerusakan saraf
  • Katarak
  • Erosi kornea

2. Saluran pernapasan dan pencernaan

Aparat kepolisian menembakkan senjata gas air mata ke arah massa aksi solidaritas Affan Kurniawan, di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (29/8). Bentorokan terjadi, massa secara terus menerus melempar benda ke arah aparat kepolisian yang berjaga sisi dalam gerbang. Mulai batu, kayu, hingga petasan.Aparat kepolisian menembakkan senjata gas air mata ke arah massa aksi solidaritas Affan Kurniawan, di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (29/8). (CNN Indonesia/Farid Rahman)

Menghirup gas air mata dapat memicu iritasi pada hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Orang yang sudah memiliki masalah pernapasan sebelumnya, punya risiko lebih tinggi mengalami gejala parah seperti gagal napas.

Efek gas air mata terhadap saluran pernapasan dan pencernaan antara lain:

  • Tersedak
  • Sensasi terbakar dan gatal pada hidung dan tenggorokan
  • Sesak napas
  • Batuk
  • Air liur keluar
  • Dada sesak
  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Gagal napas

Pada kasus yang parah, paparan gas air mata konsentrasi tinggi atau paparan di ruang tertutup atau jangka waktu lama bisa menyebabkan kematian.

3. Kulit

Jika gas air mata terkena kulit maka timbul iritasi dan nyeri. Iritasi bisa berlangsung selama berhari-hari pada kasus yang parah. Berikut beberapa efek paparan gas air mata pada kulit.

  • Gatal
  • Kemerahan
  • Lepuh
  • Dermatitis alergi
  • Luka bakar kimia
(els/els)


[Gambas:Video CNN]
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
TERPOPULER