Rasanya tidur merupakan aktivitas pasif tanpa banyak gerakan berarti. Namun anehnya, bangun tidur badan pegal seperti banyak melakukan aktivitas. Kenapa badan terasa pegal saat bangun tidur?
Bangun tidur diharapkan tubuh terasa segar setelah semalaman beristirahat. Namun ternyata tidak semua orang mendapatkan pengalaman ini.
Sebagian orang kerap mengeluh bangun tidur malah tubuh terasa pegal. Kok bisa?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setidaknya ada empat faktor yang berkontribusi pada badan pegal saat bangun tidur. Anda bisa bangun dengan tubuh lebih segar saat faktor penyebab berikut diatasi. Apa saja?
Tidur dalam posisi tertentu bisa memicu pegal-pegal. Posisi paling rentan bikin pegal yakni posisi tubuh tengkurap.
Melansir dari Sleep Foundation, otot rentan rusak saat menghabiskan lebih dari 10 menit tidur dalam posisi tulang belakang terputar atau tertekuk.
Jenis dan kualitas kasur menentukan daya topang dan kenyamanan pada pengguna. Rasa tidak nyaman dan otot nyeri berhubungan dengan permukaan kasur.
Kasur yang terlalu keras atau terlalu lembut membuat tulang belakang tidak dalam posisi yang semestinya sepanjang malam. Akibatnya, bangun tidur terasa pegal.
Umumnya, kasur dengan tingkat medium hingga medium-firm mampu mengurangi rasa pegal. Sementara mereka yang berat badannya berlebih, perlu lapisan lagi guna menopang tulang belakang.
![]() |
Kurang tidur atau tidur kurang berkualitas berpotensi memicu nyeri kronis. Tak hanya nyeri otot dan sakit kepala, kurang tidur membuat seseorang lebih sensitif terhadap rasa nyeri secara keseluruhan.
Kemudian rasa pegal saat bangun tidur bisa dikaitkan dengan sejumlah gangguan tidur seperti sleep apnea. Sleep apnea merupakan kondisi aliran napas berkurang atau terhenti selama tidur.
Beberapa kondisi kesehatan tertentu berkontribusi pada pegal atau nyeri saat bangun tidur. Kondisi kesehatan yang dimaksud antara lain,