Pengamat Cilik, Ini 5 Hal yang Diam-diam Diperhatikan Anak dari Ortu

CNN Indonesia
Jumat, 14 Agu 2026 06:45 WIB
Ilustrasi anak sekolah
Ilustrasi. Anak memperhatikan setiap perilaku orang tua dan mengambil kesimpulan dari sana. (Istockphoto/ Fizkes)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Anak sering kali lebih jeli daripada yang kita bayangkan sebagai orang dewasa. Anak bukan cuma menyerap apa yang orang tua katakan pada mereka, tapi juga apa yang orang tua lakukan.

Anak sebenarnya adalah pengamat ulung. Mereka memperhatikan apa pun yang terjadi di sekitarnya, termasuk perilaku orang tua.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam masa tumbuh kembang, anak akan berada dalam proses mencontoh. Anak akan melihat perilaku orang-orang dewasa di sekitarnya yang kelak dijadikan sebagai contoh.

Melansir HuffPost, berikut beberapa hal yang kerap diperhatikan anak tapi jarang disadari orang tua.

1. Perasaan Anda terhadap pasangan dan orang dekat lainnya

Anda boleh saja merasa tak masalah untuk menatap sinis mertua lantaran ada beberapa hal yang membuat kesal. Namun, psikolog klinis Jazmine McCoy mengatakan, anak dapat menangkap isyarat nonverbal tersebut.

"Anak memperhatikan dinamika seperti itu. Jadi, cobalah sebisa mungkin untuk berbicara baik tentang orang tua dan orang dekat lain di sekitar anak," ujar McCoy.

2. Perasaan Anda tentang tubuh sendiri

Anak-anak menyadari bagaimana orang dewasa berbicara tentang tubuh mereka sendiri dan tubuh orang lain. Mereka juga bisa membaca bahasa tubuh orang dewasa.

"Mereka dapat menangkap tindakan-tindakan halus. Mereka mempelajari apa yang dianggap baik dan buruk, diinginkan dan tidak diinginkan," ujar ahli gizi Alyssa Miller.

Anak bisa saja mengamati cara Anda memandang diri sendiri di cermin. Dari sana, mereka bisa menarik kesimpulan.

3. Konsistensi ucapan dan sikap

Orang tua bisa memberikan berbagai petuah untuk anaknya. Tapi, tak sedikit juga orang tua yang tak konsisten dengan apa yang diucapkannya. Dan anak bisa menangkap hal ini.

Sebagai contoh, Anda memberi tahu si kecil bahwa olahraga adalah tentang kerja tim tanpa mementingkan siapa yang jadi pemenang.

"Tapi kemudian ketika Anda menjemput mereka setelah pertandingan, pertanyaan pertama Anda adalah 'siapa yang menang?'," ujar psikolog Laura Markham.

Sikap seperti di atas memperlihatkan ketidakselarasan antara ucapan dan perilaku. Anak bisa mempelajari nilai-nilai dengan mengamati perilaku dan menarik kesimpulan dari sana.

4. Hubungan Anda dengan makanan

Anak-anak memperhatikan kebiasaan makan orang dewasa di sekitarnya. Secara tidak langsung, orang tua bisa memengaruhi pilihan makanan si kecil di masa depan kelak.

"Komentar-komentar seperti 'itu berbahaya' pada sepiring kue, melabeli makanan dengan 'baik' atau 'buruk', melewatkan makan, semuanya diamati dan diinternalisasi oleh ana," ujar Miller.

Seiring waktu, perilaku seperti itu membentuk hubungan seorang anak dengan makanan.

(asr)