Rekomendasi Kuliner

Mencicipi Rasa Basque ala Spanyol di Senopati

CNN Indonesia | Jumat, 08/11/2019 19:34 WIB
Mencicipi Rasa Basque ala Spanyol di Senopati Txoko Jakarta (Dok. Txoko Jakarta)
Jakarta, CNN Indonesia -- Txoko, dalam ejaan asli Basque atau Euskaldunak, Txoko dibaca Cho-ko berarti kelompok pecinta kuliner. Di situ orang-orang berkumpul untuk memasak, berbagi cara baru untuk memasak, makan, dan bersosialisasi.

Sejarah mencatat bahwa txoko pertama dilakukan di San Sebastian, Spanyol pada 1870. Dari sanalah, txoko mulai menyebar ke seluruh area geografi di dunia dari etnis Basque.

Bukan tanpa alasan, kelompok kuliner ini terkenal. Etnis Basque sekarang berdomisili di Euskal Herria yang terletak di Spanyol Utara dan Barat Daya Prancis, dekat Teluk Biscay dan Pegunungan Pyrenees Barat ini memiliki 16 restoran berbintang michelin.


Jakarta cukup beruntung karena bisa menikmati cita rasa basque yang penuh dengan sentuhan kesegaran seafood mediterania yang menggoda di kawasan Senopati.


Digawangi oleh Oskar Urzelai, sentuhan gastronomi txoko diboyong ke Jakarta. Oskar sendiri terbilang cukup berani membuka Txoko di kawasan yang identik dan populer sebagai kawasan kuliner Jepang dan Korea. Setidaknya, dia memberikan warna dan 'bumbu' baru untuk kuliner.

Oskar terlihat sibuk di open kitchen kecilnya bersama beberapa orang lainnya. Dia mengaku masih mempersiapkan sendiri semua makanan yang dipesan tamu. Meski demikian, dia sesekali bisa menemui tamu dan sedikit berbincang dengan mereka sembari masih memakai apron kebanggaannya.

Basque terkenal dengan pintxos. Mungkin terdengar asing, namun aslinya ini mirip dengan tapas asli Spanyol. Pintxos yang disajikan berupa aneka macam roti dengan mentega aneka warna dan rasa, dari garlic sampai mint.

Granma's recipe basque seafood soup menjadi makanan pembuka. Sekilas mungkin tak terlihat menggiurkan. Namun kenyataannya rasanya cukup untuk membuka indera pengecap yang 'tertipu' penglihat.

Grilled Octopus with boletus creamFoto: Dok. Txoko Jakarta
Grilled Octopus with boletus cream

Meski kuahnya terlalu banyak dan udang serta potongan ikan yang sedikit, namun jangan buru-buru menyeruput kuahnya yang dominan dengan rasa gurih dan asam segar. Makanan lain terus berdatangan.

Beef striploin salad with popcorn and black sesame dressing, vegetarian red carpaccio, marinated salmon with avocado foam and mustard ice cream, artichokes with clams, garlic prawns pret-a-porter, grilled octopus with boletus cream, black rossejat (noodles) seafood with alioli sauce, sampai fried potatoes with spicy tomato sauce and foamy alioli.

Secara keseluruhan, rasa makanannya bisa diterima lidah Indonesia. Namun beberapa makanan mungkin masih terasa asing di lidah. Sebut saja mustard ice cream, vegetarian red carpaccio, dan mungkin saja artichokes.

Beberapa orang lain di meja, menyebut kalau mereka masih merasa asing dengan makanan-makanan tersebut. Mustard ice cream misalnya, tekstur dan warnanya mirip dengan mash potato yang creamy, tapi dengan sentuhan 'pedas' menggigit dari mustard.

Selain itu, vegetarian red carpaccio juga terasa sedikit asing. Terlihat seperti daging dengan lembaran warna merah dan petikan daun roket serta 'serutan' keju. Namun daging ini bukan daging melainkan semangka yang divaccum sehingga menghasilkan tekstur dan warna seperti daging. Bagi beberapa orang, rasa dan teksturnya mungkin aneh.

Namun beberapa rasa makanan lain seperti beef striploin with popcorn dan black sesame dressing, garlic prwns pret-a porter, serta grilled octopus with boletus cream rasanya sangat cocok dengan lidah Indonesia.

Kombinasi rasa asin, gurih, dan smokey membuat rasanya sangat familiar. Hidangan yang cukup cerdas dari Oskar adalah beef striploin. Hidangan olahan daging sapi yang dipotong dadu ini disajikan dengan tambahan popcorn di dalamnya. Ini akan memberikan tekstur yang berbeda ketika disantap. Renyahnya popcorn menyatu dengan lembutnya irisan daging sapi dan bercampur dengan gurih khasnya saus wijen hitam.

Sensasi rasa gurih dan smokey didapatkan dari garlic prawns. Tak ada yang pernah bisa salah dari gabungan keduanya, bawang putih dan udang. Ditumis biasa pun sudah lezat. Namun Oskar tak puas hanya sampai di situ. Dia membuatnya lebih sensasional.

Foto: Dok. Txoko Jakarta


Udang-udang kecil ini diiris tipis-tipis dan dibuat menyerupai lingkaran. Ketelitian dan fokus dibutuhkan untuk membuat 'udang kipas' ini. Tak sampai situ saja, udang ini juga masih harus diblow torch untuk menghasilkan aroma smokey dan juga tekstur renyah di bagian atasnya. Sayang, rasanya sedikit terlalu asin.

Permainan smokey juga masih terasa di grilled octopus with boletus cream. Octopus atau gurita yang dikenal punya daging yang kenyal dan tebal biasanya akan sedikit terasa alot. Namun teknik pengolahan yang tepat membuat dagingnya terasa lezat. Sensasi grillednya juga membuat irisan gurita ini terasa lengkap dengan krim boletus.

(chs)