Cara Mengontrol Emosi di Tengah Maraknya Ujaran Kebencian

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 23/05/2019 16:48 WIB
Cara Mengontrol Emosi di Tengah Maraknya Ujaran Kebencian Ilustrasi. (CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aksi 22 Mei yang berlangsung sejak Selasa (21/5) tak hanya diwarnai kerusuhan, tapi juga hasutan dan ujaran kebencian. Kemudahan untuk menerima pesan berisi hasutan kebencian itu tak pelak membuat emosi gampang tersulut.

Gampang tersulut bukan berarti tak bisa dikontrol. Emosi dapat dikontrol agar tidak bergejolak dan termakan hasutan kebencian.

Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengontrol emosi di tengah maraknya ujaran dan hasutan kebencian.


Pertama, tingkatkan kemampuan berpikir kritis.

Psikolog sosial, Vici Sofianna Putera menjelaskan, antitesa dari informasi dan berita yang beredar dengan cepat adalah kemampuan untuk berpikir kritis.

"Kemampuan kritis harus ditingkatkan untuk menangkal berita hoaks yang berisi hasutan kebencian," kata Vici kepada CNNIndonesia.com, Kamis (23/5).

Berpikir kritis dapat membuat seseorang selalu mempertanyakan kebenaran informasi yang diterima. Hal ini dapat membuat seseorang tak mudah termakan informasi bohong.

Kedua, periksa sumber informasi.

Vici menyarankan agar setiap orang untuk selalu mengecek sumber informasi yang didapat. Pastikan sumber tersebut valid, informasi memiliki fakta yang benar, dan berasal dari media atau orang yang kredibel.

"Jangan mem-forward informasi tanpa disaring dulu benar atau salah. Kroscek lagi dengan media lain," ujar Vici yang juga merupakan dosen di Fakultas Psikologi Universitas Islam Bandung ini.

Ketiga, salurkan emosi.

Vici menilai emosi yang dirasakan manusia merupakan hal yang wajar selama tidak merugikan orang lain. Saat merasa emosi dengan hasutan kebencian, sebaiknya alihkan emosi pada hal lain seperti berolahraga.

Salurkan emosi pada kegiatan positif, bukan yang bersifat negatif seperti menghujat atau melakukan tindak kekerasan.

"Jangan sampai update status, koar-koar di Facebook, nanti tidak berkesudahan," ujar Vici.

[Gambas:Video CNN] (ptj/asr)