PascaHiatus 200 Tahun, Biarawan Belgia Mulai Racik Bir Lagi

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 24/05/2019 18:17 WIB
PascaHiatus 200 Tahun, Biarawan Belgia Mulai Racik Bir Lagi Ilustrasi. Belgia hidupkan kembali tradisi meracik bir di kalangan biarawan. (Republica/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setelah hiatus selama lebih dari 200 tahun, biarawan Belgia di Biara Grimbergen kembali meracik bir.

"Bagi kami, ini penting untuk menjaga warisan, tradisi dari para pastor untuk meracik bir. [Tradisi] ini selalu di sini. Meracik bir dan kehidupan religius selalu berjalan bersama," kata biarawan Pastor Karel Stautemas, melansir Reuters.

Tradisi meracik bir sudah ada sejak abad ke-13. Namun, lokasi ini sempat digeledah dan dihancurkan oleh tentara Prancis pada 1795.


Tradisi meracik bir akan dihidupkan kembali. Belgia berencana membangun tempat peracikan bir anyar di kompleks biara di Grimbergen. Tempat baru ini diharapkan dapat memproduksi bir pertamanya pada akhir 2020.

Setelah menyelesaikan studi di Scandinavian School of Brewing, Copenhagen, yang dimulai awal tahun ini, Karel akan menjadi satu dari lima hingga enam pekerja di tempat peracikan bir.

Peracik bir dari label Carlsberg, Marc-Antoine Sochon, akan menjadi brewmaster dalam proyek. Dia mengatakan, hasil produksi bir akan dijual dengan label Grimbergen.

"Kami akan menjaga ragi yang sama, yang membawa rasa buah dan rempah. Kami juga akan mulai menggali inovasi yang lebih seperti penuaan barel, pengeringan bunga hops," kata Sochon.

Proyek ini dibiayai oleh Carlsberg dengan fokus tujuan penggunaan bahan lokal. Biara memiliki tanaman hops di kebun mereka. Tak cuma itu, proyek ini juga akan dimanfaatkan sebagai objek destinasi.

Dalam pembuatannya, para biarawan akan mematuhi aturan pembuatan bir Trappist Belgia. Bir mesti dibuat di dalam dinding biara dengan keuntungan yang diarahkan untuk menjaga biara dan mendukung kegiatan amal.

[Gambas:Video CNN] (els/asr)