Tas 'I am Thin and Gorgeous' Dolce & Gabbana Dihujat

CNN Indonesia | Rabu, 15/05/2019 17:57 WIB
Tas 'I am Thin and Gorgeous' Dolce & Gabbana Dihujat Dolce Gabbana (ALBERTO PIZZOLI / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lagi-lagi Dolce & Gabbana membuat geger. Kali ini bukan soal iklan rasial, tapi soal body shaming.

Baik Dolce atau Gabbana memang tak melakukan body shaming secara langsung, melainkan lewat produk mereka yang dijual di laman TK MAXX.

Sebuah produk clutch bag milik Dolce & Gabbana yang dijual di laman tersebut dianggap jadi pemicu gangguan makan dan fat shaming.


Clutch purse hitam brand itu memiliki detail grafiti dengan tulisan I am thin and gorgeous (saya kurus dan cantik). Tas ini dijual dengan harga 699,99 poundsterling. Harga tersebut turun dari harga aslinya yaitu 1.890 poundsterling.

Mengutip Metro, para pelanggan mengaku tak suka dengan tulisan tersebut. Mereka mengatakan bahwa kalimat ini jadi pemicu bagi penderita gangguan makan.


"Saya kurus dan cantik? Wow, cara untuk membuat semua orang merasa senang," tulis seorang yang gemar belanja Carol Breakspear.

"Di zaman sekarang, hal-hal seperti ini seharusnya tidak ada di rak," tulis Lauren Callaghan.

"Ada satu tempat untuk itu, tempat sampah. Siapa sebenarnya yang meluluskan desain itu?" tulis Kayleigh Slater.

"Saya tidak mengerti mengapa tidak bisa hanya mengatakan 'Aku cantik?" Semua wanita bisa cantik terlepas dari lemak mereka, kurus, tinggi, kecil, berbintik-bintik, pirang, cokelat, merah, dan lainnya. Kita harus saling memuji dan menghargai bahwa kita semua berbeda dan itulah yang membuat kita cantik," tulis Charlene Keig.

Sampai saat ini TK Maxx dan Dolce & Gabbana belum memberikan komentarnya saat dihubungi Metro. Pantauan CNNIndonesia.com dalam laman tkmaxx.com, tas tersebut sudah tak ada lagi di etalase. 


Ini adalah kontroversi lain yang terjadi dalam rumah mode Dolce & Gabbana. Kasus ini terjadi pada November lalu saat rumah mode tersebut merilis iklan fesyen tentang seorang model China yang makan makanan Italia dengan sumpit. Kasus ini berakhir dengan pemboikotan semua label busana tersebut dan pembatalan fashion show di China.

Namun Dolce dan Gabbana sudah meminta maaf soal iklan rasial tersebut. (chs/chs)