Tak Perlu Takut Eksfoliasi Kulit saat Berpuasa

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 24/05/2019 03:14 WIB
Tak Perlu Takut Eksfoliasi Kulit saat Berpuasa Ilustrasi. Perhatikan kondisi kulit sebelum melakukan eksfoliasi saat berpuasa. (Istockphoto/EdwardDerule)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sama halnya seperti organ tubuh lain, kulit layak mendapatkan perhatian. Apalagi mengingat tugasnya sebagai garda terdepan perlindungan tubuh dari bakteri dan kuman penyebab penyakit. Perhatian ini termasuk eksfoliasi untuk mengangkat sel-sel kulit mati.

Saat berpuasa, kulit cenderung kering akibat minimnya asupan cairan. Hal itu menimbulkan kekhawatiran untuk melakukan eksfoliasi.

Ahli kesehatan kulit, dr Litya Ayu Kanya Anindya mengatakan, puasa dan eksfoliasi tidak berhubungan dan saling memengaruhi.

"Cuma kalau kulit terlalu kering, kita terlalu agresif mengeksfoliasi, perlu hati-hati karena kulit bisa lecet atau iritasi," tutur Litya saat ditemui di sela acara The Vaseline Healing Project di Pluit, Jakarta Utara, Selasa (14/5).

Litya menjelaskan, kulit mati dan kulit sehat masih terikat. Pelepasan yang dilakukan saat kulit masih terikat akan menimbulkan rasa perih dan luka.

Perhatikan kondisi kulit sebelum eksfoliasi. Secara kasat mata, kulit kering bisa dikenali lewat penampakannya yang kusam dan kurang bercahaya. Saat disentuh, kulit terasa kasar dan timbul goresan ketika digaruk.

"Ada sisik yang berubah arah dilihat secara mikroskopis. Lebih parah, ada retakan pada kulit seperti tanah kering saking kulit tidak mendapatkan air," imbuh Litya.

Pastikan pula kecukupan kebutuhan cairan tubuh. Asupan cairan yang baik tak hanya membuat kulit terlihat lebih segar, tapi juga meminimalisir rasa perih saat proses eksfoliasi dilakukan.

Litya menjelaskan, kekurangan pasokan cairan bisa menghambat lepasnya ikatan sel kulit yang sudah mati dengan sel kulit yang masih sehat.

"Perbanyak asupan air putih, bukan sirup kemudian buah dan sayur. Ini untuk meningkatkan kelembapan kulit," kata dia.

[Gambas:Video CNN]


(els/asr)