Tips Santap Sahur Agar Badan Tak Lemas saat Berpuasa

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 23/05/2019 20:44 WIB
Tips Santap Sahur Agar Badan Tak Lemas saat Berpuasa Ilustrasi. Kentang jadi salah satu karbohidrat yang diperlukan dalam menu santap sahur saat bulan Ramadan. (couleur/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ramadan menuntun umat Islam untuk bersantap sahur yang dilakukan sebelum matahari terbit. Meski tak seramai berbuka puasa, santap sahur tak boleh dianggap sepele.

Ibadah puasa dijalankan selama 12-13 jam dalam sehari. Menu santap sahur inilah yang akan menjadi modal tenaga untuk bertahan selama rentang waktu itu.

Ada beberapa tips untuk menyiasati santap sahur agar berpuasa lancar dan kuat sepanjang hari.


1. Berdekatan dengan waktu Imsak
Orang wajib bangun lebih awal dari biasanya jika tak ingin terlewat waktu sahur. Namun, makan sahur terlalu awal sebenarnya tak begitu dianjurkan.

"Sebaiknya makan sahur itu berdekatan atau mepet dengan waktu Imsak. Agar jedanya tidak terlalu lama," kata ahli gizi RS Pondok Indah, dr Juwalita Surapsari, saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Menurut dia, jeda terlalu lama membuat makanan dicerna lebih awal, padahal tubuh masih memerlukan energi hingga jelang berbuka.

Namun, perlu diperhatikan juga agar tak sampai terlewat waktu imsak. Ada baiknya jika makanan disiapkan sejak malam hingga tak terburu-buru saat sahur tiba.

2. Karbohidrat kompleks
Karbohidrat mutlak diperlukan untuk memberikan asupan energi buat tubuh. Pilih jenis karbohidrat kompleks yang memerlukan waktu lebih banyak untuk dicerna sehingga pelepasan energi menjadi lebih lambat.

Selain itu, karbohidrat kompleks juga tak cepat menaikkan gula darah. Karbohidrat sederhana atau olahan, kata Juwalita, bisa dengan cepat menaikkan gula darah sekaligus menurunkannya. Hal itu membuat orang akan lebih cepat merasa lapar atau lemas.

Nasi putih, kata dia, termasuk karbohidrat olahan. "Sebenarnya, kan, beras berwarna kecokelatan karena masih ada kulit arinya. Kemudian dia diolah agar berwarna putih," jelasnya.

Beberapa sumber karbohidrat kompleks yang bisa dimasukkan ke dalam menu sahur antara lain kentang, beras merah, roti gandum, dan oatmeal.

3. Protein
Santap sahur sebaiknya tetap memenuhi kebutuhan gizi. Protein jelas tak boleh absen.

Telur sangat disarankan untuk dijadikan sumber protein karena bisa membuat perut kenyang lebih lama. Padukan telur orak arik dan bayam untuk memperoleh protein dan serat dalam sekali santap.

Selain telur, yogurt Yunani pun bisa dijadikan sumber protein. Yogurt satu ini mengandung probiotik sehingga baik untuk pencernaan.

4. Asupan cairan
Puasa bukan alasan untuk kekurangan cairan. Atur asupan cairan selama berpuasa dengan membaginya pada tiga sesi bersantap yakni sahur, berbuka, dan makan malam.

Minum sekitar dua gelas air saat sahur. Asupan cairan pun bisa diganti dengan jus buah tanpa gula.

5. Buah
Tak ada batasan dalam konsumsi buah saat sahur. Namun, ada satu jenis buah yang sebaiknya dimasukkan dalam menu sahur, yakni alpukat.

Alpukat bisa memenuhi kebutuhan lemak, terutama lemak tak jenuh serta serat. Buah satu ini bisa dinikmati begitu saja atau dikreasikan bersama roti gandum menjadi avocado toast.

[Gambas:Video CNN] (els/asr)