FOTO: Riuh Perang Air Songkran Thailand di Tengah Kekeringan

REUTERS, CNN Indonesia | Minggu, 14/04/2019 19:25 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Dalam beberapa tahun ke belakang, perang air Festival Songkran digelar di tengah kekeringan dan krisis air yang melanda Thailand.

Warga Thailand merayakan Festival Songkran selama 13-15 April 2019. Perayaan yang dikenal sebagai Tahun Baru Buddha ini juga sering disebut sebagai pertarungan air terbesar di dunia. (REUTERS/Soe Zeya Tun)
Dalam festival ini, orang beramai-ramai mengenakan kaus bermotif bunga dan mempersenjatai diri mereka dengan pistol air serta kacamata pelindung. Pertarungan air menimbulkan macet di jalanan seantero kota. (REUTERS/Soe Zeya Tun)
Masyarakat percaya, dengan melempar air, nasib buruk yang menimpa pada tahun-tahun sebelumnya perlahan sirna. (REUTERS/Soe Zeya Tun)
Namun, dalam beberapa tahun ke belakang, perayaan tahunan ini digelar di tengah kekeringan dan krisis air yang melanda Negeri Gajah Putih. (REUTERS/Athit Perawongmetha)
Dalam perayaan kali ini, misalnya, sejumlah biksu meminta warga dan wisatawan untuk meredam kemeriahan Festival Songkran. (REUTERS/Athit Perawongmetha)
Seruan menghemat air sebelumnya pernah menggema pada perayaan Festival Songkran 2016 lalu, tepat saat Thailand mengalami kekeringan terparah dalam beberapa dekade. (REUTERS/Soe Zeya Tun)
Saat itu, pihak berwenang Bangkok memangkas durasi hari perayaan dan memberlakukan jam malam untuk pertarungan air. (REUTERS/Athit Perawongmetha)
Tahun ini, perayaan Festival Songkran di Bangkok akan dilakukan dalam skala yang lebih kecil, berkaitan dengan persiapan pesta upacara penobatan Raja Thailand Rama X pada awal Mei mendatang. (REUTERS/Athit Perawongmetha)