Wabah Ebola di Kongo Capai 1.000 Kasus Baru

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 26/03/2019 11:40 WIB
Wabah Ebola di Kongo Capai 1.000 Kasus Baru Petugas kesehatan saat menggendong bayi yang terserang wabah Ebola di Kongo. (REUTERS/Goran Tomasevic)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wabah Ebola kembali menyerang Republik Demokratik Kongo. Ebola di negara itu kini telah mencapai lebih dari 1.000 kasus baru.

Kementerian Kesehatan Kongo menyatakan, sejak Ebola kembali mewabah pada Agustus tahun lalu, jumlah kasus baru tercatat sudah mencapai 1.009 kasus. Sebanyak 944 kasus diantaranya sudah terkonfirmasi. Sebanyak 629 diantaranya dilaporkan meninggal dunia.

Berdasarkan data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tingginya jumlah kasus membuat wabah Ebola kali ini menjadi wabah mematikan kedua dan terbesar dalam sejarah. Sebelumnya, pada 2014 di Afrika Barat, penyakit ini membuat 11 ribu orang meninggal dunia.


"Kami menggunakan kata-kata seperti kasus untuk menjadi ilmiah, tetapi di balik setiap angka ada seseorang, keluarga dan komunitas yang menderita. Wabah ini sudah berlangsung terlalu lama," kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, dalam sebuah pernyataan, dikutip dari CNN.

Pekan lalu, WHO baru saja melaporkan kenaikan mingguan jumlah kasus Ebola, setelah beberapa pekan sebelumnya dinyatakan menurun.
Menurut WHO, peningkatan jumlah kasus ini terjadi lantaran adanya tantangan keamanan dan ketidakpercayaan masyarakat yang kian meningkat.

Tantangan itu termasuk serangan terhadap fasilitas kesehatan dan perawatan Ebola yang terjadi beberapa waktu lalu. Awal bulan ini, kelompok militan menyerang pusat perawatan Ebola dan menewaskan seorang petugas kepolisian.

Sebelumnya, dua serangan juga terjadi di pusat perawatan Ebola di Kivu Utara pada Februari. Serangan ini menghambat tenaga medis untuk melakukan perawatan.

Sejauh ini, WHO menyebut wabah Ebola belum menyebar ke luar provinsi Kivu Utara dan Ituri. Kasus Ebola juga tak ditemukan pada perbatasan internasional.


Sebagai upaya pencegahan, WHO telah memberikan vaksin Ebola pada 96 ribu orang di Kongo serta petugas kesehatan di Uganda dan Sudan Selatan.

Ebola merupakan demam berdarah yang menular dengan cepat melalui kontak dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi. Penyakit ini menyebabkan pendarahan internal dan berisiko kematian.

Ebola ditandai dengan gejala muntah dan tinja berdarah. Penderita juga merasakan nyeri pada dada, perut, otot, dan sendi. Muncul pula dehidrasi, demam, kehilangan selera makan, kelelahan, dan panas dingin.

Wabah Ebola pertama kali muncul di Kongo dan meluas ke negara Afrika lainnya sejak 1976. Hingga saat ini, tercatat Ebola sudah 10 kali mewabah di Kongo.

[Gambas:Video CNN] (ptj/asr)