CELOTEH WISATA

Lika-liku Pariwisata Berkelanjutan

CNN Indonesia | Minggu, 24/03/2019 05:04 WIB
Lika-liku Pariwisata Berkelanjutan Pemandangan persawahan di Ubud, Bali. (Istockphoto/mahroch)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism) sudah beberapa tahun ini menjadi sebuah isu global yang sangat dipertimbangkan oleh para pelaku industri pariwisata, termasuk Indonesia.

Hal ini diambil bukan tanpa alasan, mengingat dampak negatif dari pariwisata masif dan mulai banyak orang yang menyadari pentingnya untuk berwisata secara bertanggung jawab.

Indonesia sendiri sudah menerapkan program Sustainable Tourism for Development (STDev) yang dituangkan dalam Peraturan Menteri Nomor 14 Tahun 2016, tentang Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan yang mengadopsi standar internasional dari Global Sustainable Tourism Council (GSTC).


Seorang pegiat ekowisata yang sudah lebih dari satu dekade berkecimpung di Indonesia, Krystyna Krassowska, menuturkan Indonesia adalah negara yang sangat besar dan kaya untuk menerapkan konsep pariwisata berkelanjutan.

"Jika bicara soal sustainable tourism, maka banyak aspek yang bisa dibahas. Mulai dari kriteria industrinya hingga destinasi, itu pun masih bisa dibahas lebih detil," ujar Krystyna, kepada CNNIndonesia.com, beberapa waktu lalu.

"Bicara soal destinasi saja, Indonesia sangatlah luas mulai dari sebuah negara, provinsi, hingga kampung. Itu belum membedah kriteria hotel dan lainnya."

Menurut Krystyna untuk pengembangan sustainable tourism, setidaknya ada tiga poin utama yang harus menjadi perhatian. Hal pertama adalah soal lingkungan.

Bagi Krystyna pengembangan sustainable tourism harus memperhatikan aspek pelestarian alam, kualitas dan keamanan air, serta konservasi energi.

Kemudian, ia menambahkan, poin kedua adalah pemberdayaan komunitas.

"Pariwisata berkelanjutan wajib mempertahankan atraksi, memiliki manajemen untuk pengunjung, dan menjaga warisan budaya setempat," ujar wanita yang kini fokus membangun ekosistem ekowisata di beberapa tempat di Indonesia.

"Ketiga adalah ekonomi, (sustainable tourism) harus memantau perekonomian, peluang kerja bagi warga setempat, keterlibatan publik, transfer pengetahuan antara wisatawan dan penduduk setempat."

Menurut wanita yang akrab disapa KK ini, setidaknya Kementerian Pariwisata (Kemenpar) sudah berkomitmen untuk menerapkan konsep ini. Namun soal implementasinya, ia tidak bisa memberikan banyak komentar.

Tapi yang pasti, ia meyakini bahwa pariwisata berkelanjutan di Indonesia adalah tugas besar yang jalannya masih panjang dan berliku-liku. Pemerintah jelas tidak bisa bekerja sendiri karena peran masyarakat, dalam hal ini kelompok sadar wisata (pokdarwis), juga harus dilibatkan secara serius untuk membangun fondasi pariwisata berkelanjutan.

Meski terkesan berat, ia melanjutkan, pariwisata berkelanjutan adalah investasi sekaligus solusi jangka panjang bagi Indonesia. 

[Gambas:Video CNN]

(agr/ard)