Demi Saingi Raja Ampat, Tambrauw Bangun Jalan Rp310 Miliar

CNN Indonesia | Minggu, 24/03/2019 11:22 WIB
Demi Saingi Raja Ampat, Tambrauw Bangun Jalan Rp310 Miliar Kabupaten Tambrauw menyatakan kesiapan menjadi destinasi wisata baru Papua Barat tahun ini. (CNN Indonesia/Dhio Faiz)
Tambrauw, CNN Indonesia -- Kabupaten Tambrauw, Papua Barat, menggelontorkan Rp310 miliar untuk membangun infrastruktur jalan penghubung dengan Sorong dan Manokwari.

Bupati Tambrauw Gabriel Asem mengatakan hal itu guna menyiapkan sektor pariwisata yang bersaing dengan Raja Ampat.

"Kita letakkan dasar itu adalah pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, air bersih, telekomunikasi, listrik agar mendukung promosi pariwisata. Agar para wisatawan bisa datang ke tempat ke mana mereka mau pergi," kata Gabriel di Tambrauw, Selasa (7/3).


Tambrauw adalah kabupaten di Papua Barat yang memiliki beberapa destinasi wisata, seperti tempat melihat Burung Cendrawasih, air terjun Anenderat, bukit savana, dan taman laut peninggalan perang dunia ketiga.

Pembiayaan Rp310 miliar, ucap Gabriel, terdiri dari Rp10 miliar APBD dan Rp300 miliar pinjaman dari Bank Papua.

Gabriel menyebut selama 7 tahun terakhir Tambrauw sudah membangun 680 kilometer jalan, 20 persen di antaranya sudah diaspal. Jalan itu dibangun membelah hutan dan gunung.

Dia mengatakan pembangunan jalan akan diikuti dengan pembangunan fasilitas pariwisata, seperti penginapan dan transportasi bus antarkabupaten.

"Target mulai start tahun ini, tahun depan sudah bisa, sudah bisa dikenal di semua, dalam negeri maupun luar negeri," tuturnya.

Tambrauw juga telah merilis pin donasi seharga Rp400 ribu untuk wisatawan mancanegara dan Rp200 ribu unruk wisatawan lokal.

Wisatawan yang hendak berkunjung bisa ikut berkontribusi dalam pembangunan wisata dan konservasi Tambrauw dengan membeli pin tersebut di kantor perwakilan Tambrauw di Bandara Domine Eduard Osok, Sorong.

Di kesempatan sama, Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata Guntur Sakti menyambut baik upaya Tambrauw menyiapkan pariwisata lewat infrastruktur.

"Kunci keberhasilan pariwisata ada orang yang datang dan pergi. Jalan sudah dibangun untuk pariwisata, sarana penunjang akan memakan waktu lama, tapi tergantung komitmen kepala daerah," ucap Guntur.

[Gambas:Video CNN]

(dhf/ard)