Jalur Kereta 'Trans Siberia' Italia Kembali Dibuka

AFP, CNN Indonesia | Rabu, 20/03/2019 19:02 WIB
Jalur Kereta 'Trans Siberia' Italia Kembali Dibuka Ilustrasi. (Istockphoto/holgs)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setelah dihancurkan Nazi dan menjadi proyek mangkrak pemerintah, jalur kereta 'Trans-Siberia' milik Italia akhirnya kembali dibuka, terima kasih kepada para pecinta kereta api yang mengadakan perjalanan ke pegunungan salju Abruzzo.

Pada Rabu (20/3), gerbong kereta kuno yang telah berusia 100 tahun itu membawa turis menjelajahi jalur kereta sepanjang 120 km dari Roma ke resor ski Roccaraso di timur, melewati sejumlah jembatan dengan pemandangan yang menakjubkan.

Area Sulmona-Roccaraso, yang mencapai ketinggian 1.269 meter, dibuka pertama kali pada tahun 1897 dan menjadi prestasi teknik tertinggi di Italia pada saat itu.


Medannya meliuk-liuk menaiki gunung berbatu yang curam dengan tikungan yang panjang.

Disebut sebagai 'museum keliling berkecepatan rendah' dan juga dikenal sebagai Trans-Siberia Italia, jalur kereta ini melewati banyak terowongan, jalur sempit, danau membeku dan hutan bersalju.

Bahkan sesekali kawanan serigala dapat dilihat di sepanjang perjalanan.

"Ini benar-benar pengalaman yang luar biasa, kembali ke masa lalu, dengan kereta yang bergerak lambat, bukan yang sangat cepat di mana Anda tidak dapat melihat apapun di luar," kata turis bernama Neapolitan Elisabetta yang bepergian dengan pasangannya dan putranya yang berusia 10 tahun.

"Biasanya Anda terisolasi dari suara, sementara di sini Anda dapat mendengar suara kereta," tambahnya, sambil tersenyum berseri-seri.

Dibangkitkan

Secara historis, jalur kereta ini memainkan peran penting yang menghubungkan desa-desa terpencil di pegunungan Apennine, kurang dari dua jam perjalanan dari Roma.

Jalur kereta ini dihancurkan oleh Nazi saat Perang Dunia II karena mereka tersudut oleh partisan Italia yang didukung oleh Inggris, dan baru dibuka kembali pada tahun 1960.

Tetapi pada akhir abad ke-20 saat jalan raya mulai dibangun, jalur kereta ini benar-benar ditutup pada 2011 akibat puluhan tahun mengalami pemangkasan dana pembangunan oleh pemerintah.

Kemudian, pada tahun 2014, para anggota asosiasi Le Rotaie yang berdedikasi untuk melindungi kereta api tua bekerja sama dengan Yayasan Kereta Api Italia untuk membuka kembali jalur yang dikenal sebagai Neapolitan ini.

Sampai Amerika

"Jalur ini menuju ke Naples, ke pelabuhan Naples, di mana begitu banyak orang Italia menaiki kapal untuk beremigrasi ke Amerika," kata Claudio Colaizzo dari Le Rotaie, seorang agen perjalanan.

"Jalur ini juga sangat penting bagi orang yang tinggal di sekitarnya, karena itu memungkinkan orang untuk pergi ke sekolah atau bekerja bahkan saat cuaca buruk, saat salju turun setinggi dua meter," kata Colaizzo, yang melakukan perjalanan ke kereta dari Pescara di pantai timur Italia.

Gerbong-gerbong kereta yang dikenal sebagai 'seratus pintu' karena penumpang dapat naik dan duduk di seluruh sudutnya, ditarik oleh lokomotif diesel tahun 1970-an.

Saat kereta berhenti sejenak, penumpang dapat turun untuk membeli keju atau sosis ke warga sekitar yang berjualan, sehingga aktivitas kereta ini menggerakkan perekonomian ke komunitas yang terisolasi dari keramaian kota.

Warga asli Abruzzo, Vinicio D'Agostino, adalah anggota kelompok musik folk yang sering mengamen di atas kereta.

Dia ingat ketika menumpang kereta ini pada tahun 1969.

"Lima puluh tahun kemudian, sangat emosional untuk kembali menaikinya saat ini," kata D'Agostino, yang kini telah berusia 70 tahun.

"Rekan-rekan, saya bisa memberi tahu Anda, saya katakan mamma mia, saya naik kereta ini untuk melakukan dinas militer saya, itu pengalaman yang luar biasa," katanya memberi sambutan sebelum kembali memainkan lagunya.

Le Rotaie berharap untuk memulihkan seluruh jalur kereta kuno yang melaju di antara Pescara dan Naples yang kemudian melintasi Laut Tyrrhenian dan Laut Adriatic.

Untuk saat ini, kursi kelas satu yang dilapisi beludru berharga 40 euro (sekitar Rp644 ribu) per orang untuk perjalanan pulang pergi dari Roma, atau Anda dapat memilih bangku kayu yang lebih murah di kelas tiga seharga 30 euro (sekitar Rp483 ribu) per orang.

[Gambas:Video CNN]

(ard)