Swiss Izinkan 5 Ribu Orang Pakai Ganja untuk Penelitian

CNN Indonesia | Sabtu, 02/03/2019 20:20 WIB
Swiss Izinkan 5 Ribu Orang Pakai Ganja untuk Penelitian Pemerintah Swiss izinkan warga memakai ganja untuk penelitian yang dilakukan dalam rangka membentuk aturan baru soal obat-obatan. (REUTERS/Amir Cohen)
Jakarta, CNN Indonesia -- Di banyak negara, termasuk di Indonesia, ganja merupakan hal yang terlarang. Tapi, tidak di Swiss. Pemerintah Swiss baru saja mengizinkan 5 ribu orang secara legal mengonsumsi mariyuana untuk mengikuti penelitian.

Penelitian ini digunakan untuk membentuk aturan baru mengenai penggunaan obat-obatan di Swiss. Pemerintah Swiss mengusulkan studi awal ini untuk mengubah undang-undang yang melarang ganja sejak 1951.

Kantor Kesehatan Federal Swiss menyatakan akan mengumumkan rencana ini kepada publik pada pertengahan tahun ini.


Pemerintah Swiss memperkirakan sekitar 200 ribu orang di Swiss menggunakan ganja secara ilegal, meskipun beberapa ada yang dikriminalisasi. Pemerintah Swiss menilai peraturan yang ada saat ini berdampak negatif.

Swiss sebenarnya sudah mengizinkan produk ganja yang memiliki konsentrasi kurang dari 1 persen THC, bahan kimia yang membuat orang melayang.

"Kita harus dapat menguji model peraturan baru dalam situasi saat ini. Kota-kota menunjukkan dampak negatif dari undang-undang saat ini, perdagangan ilegal di tempat-tempat umum semakin mengganggu dan membuat orang merasa tidak aman," tulis pernyataan resmi pemerintah Swiss, dikutip dari Reuters.

Studi di Swiss ini akan terbatas pada ganja dan hanya boleh diikuti oleh orang dewasa yang sudah menggunakan ganja sebelumnya.

Pemerintah juga berencana untuk mempermudah orang mengakses ganja medis. Hal ini akan diurus dalam proses yang terpisah. (ptj/asr)