Dari Bandara sampai Gunung Es Disulap Jadi Tempat Ajojing

CNN Indonesia | Selasa, 19/02/2019 16:22 WIB
Dari Bandara sampai Gunung Es Disulap Jadi Tempat Ajojing DJ Solomun saat tampil di Théâtre Antique d'Orange, Prancis, dalam acara Cercle Music. (Dok. Cercle Music)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menikmati musik tak terbatas hanya di bar atau kelab malam saja. Bahkan objek wisata sejarah atau alam bisa menjadi tempatnya.

Cercle, penggagas acara Cercle Music, kerap menggelar konser musik di dua tempat yang biasanya hanya ramai didatangi turis.

Sejumlah tempat yang telah menjadi lokasi ajojing Cercle Music antara lain Menara Eiffel dan Bandara Paris-Charles de Gaulle di Paris, Perancis, Gunung Schilthorn di Swiss, sampai Menara British Airways i360 di Brighton, Inggris.


Deretan DJ yang telah tampil di acara Cercle Musik mulai dari Fatboy Slim, Carl Cox, Peggy Gou, sampai Nina Kraviz.

Belakangan ini tak hanya DJ yang dipersilakan tampil, tapi juga solois dan band.

Penggagas Cercel, Derek Barbolla, mengatakan kalau ide menggelar konser di tempat terbuka yang bersejarah atau dekat dengan alam berawal dari pengalamannya diamuk tetangga saat menggelar pesta di apartemennya di Paris.

Dalam wawancara dengan Magnetic Mag pada Agustus tahun lalu, Barbolla mengatakan kalau konser musik ala Cercle dimulainya sejak tahun 2016.

"Pertama kami membuatnya di gudang bawah tanah, lalu di perahu yang berlayar di Sungai Seine. Kami lalu nekat menawarkan konsep ini kepada pengelola Menara Eiffel dan tak mengira konsep kami diterima," kata Barbolla.

Barbolla lanjut mengatakan ia selalu memilih tempat yang memiliki pemandangan sarat estetika, tak peduli itu monumen, museum, kastel, atau puncak gunung es.

[Gambas:Youtube]

Sebelum menggelar konser di sana, ia bersama timnya selalu memastikan fasilitas dan layanan keamanan di suatu tempat.

Selain agar tak membahayakan penampil dan pengunjung, timnya ingin acara tersebut tak "melukai" kelestarian tempat tersebut.

"Minimal kami harus mengecek kondisi tempat dalam sekali kedatangan, tapi terkadang harus sampai tiga kali. Ada tempat yang sangat bagus, namun tidak kondisinya tak memungkinkan," ujar Barbolla.

[Gambas:Youtube]

Walau sudah menggelar puluhan konser musik di objek wisata bersejarah dan alam, tak selalu mudah bagi Barbolla untuk menggelar suatu konser.

Tak jarang ada penampil yang keberatan manggung di tempat yang sudah ditentukan atau timnya tak mendapat izin penggunaan lokasi.

Di bulan Mei, Cercle Music berencana untuk menggelar konser musik di Salar de Uyuni, Bolivia. Tapi konsep tersebut masih dalam pertimbangan, salah satunya soal cuaca dan jaringan komunikasi.

Tentu saja Barbolla berharap bisa menggelar konser musik di luar Eropa. Ditanya mengenai lokasi impiannya, ia menjawab: Piramida Giza di Mesir dan bulan!

[Gambas:Video CNN]

(agr/ard)