Wisata Sambil Belajar Sejarah di Taman Wilhelmina

ANTARA, CNN Indonesia | Senin, 18/02/2019 12:11 WIB
Wisata Sambil Belajar Sejarah di Taman Wilhelmina Ilustrasi. (Foto: Istockphoto/borchee)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kota Pangkal Pinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, tak hanya melulu soal hawa terik khas kawasan pesisir. Di balik itu, ada sebuah taman yang cukup dikenal masyarakat yakni Wilhelmina Park.

Lokasinya persis di depan Alun-alun Taman Merdeka yang sering disebut "titik nol" Kota Pangkal Pinang dan hanya berjarak 50 meter dari rumah dinas wali kota.

Setiap sore hari atau pada akhir pekan, taman tersebut ramai dikunjungi masyarakat, mulai dari kalangan remaja hingga keluarga yang membawa anak-anak untuk bermain.


Wilhelmina Park memang cukup layak untuk menjadi lokasi bermain anak-anak. Selain banyak ditumbuhi pepohonan, di taman itu juga ada sejumlah patung yang menarik untuk berswafoto (selfie).

Kontur tanah yang agak bergelombang juga menyebabkan taman tersebut menjadi lokasi yang menyenangkan bagi anak-anak untuk berlari atau bermain sepeda.

Mengutip Antara, Senin (18/2), ada juga venue yang sering dipergunakan anak-anak teater atau pecinta seni untuk berlatih, baik berupa drama, tari, atau lokasi diskusi para mahasiswa.

Wilhelmina Park semakin layak dikunjungi karena memiliki sejumlah prasasti, yang menceritakan sejumlah perjuangan dan perjalanan bangsa Indonesia.

Pada bagian tengah Wilhelmina Park, ada prasasti berwarna putih yang menjulang mengenai surat kuasa kembalinya Republik Indonesia yang diserahkan Ir Soekarno kepada Sri Sultan Hamengku Buwono IX pada Juni 1949.

Selain prasasti mengenai surat kuasa kembalinya Republik Indonesia itu, ada delapan lagi monumen yang menceritakan keberadaan Pulau Bangka dalam perjalanan bangsa, termasuk sejarah tokoh daerah dalam memperjuangkan kemerdekaan RI.

Seluruh rangkaian sejarah dalam monumen di Wilhelmina park tersebut ditulis oleh ahli sejarah Babel, Akhmad Elvian.

Menurut Akhmad Elvian monumen tentang berbagai sejarah di Pulau bangka itu, disiapkan Balai Tata Lahan dan Bangunan Kementerian PU dan Perumahan Rakyat RI pada tahun 2017.

Penyiapan monumen tersebut dimaksudkan sebagai ajang pembelajaran dan pengenalan bagi masyarakat dan generasi muda mengenai sejarah bangsa yang berlangsung di Pulau Bangka.

[Gambas:Video CNN] (agr)