Semangat Persatuan di Pameran Bunga Korea Utara

AFP, CNN Indonesia | Minggu, 17/02/2019 00:47 WIB
Semangat Persatuan di Pameran Bunga Korea Utara Suasana pameran bunga di Korea Utara. (KIM Won-Jin / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Berjalan di sekitar area pameran bunga begonia berwarna merah terang, perwira militer dari sekutu Korea Utara, China dan Rusia, melakukan tur festival bunga merayakan hari lahir pemimpin Kim Jong Il pada hari Kamis (14/2).

Berhenti sejenak untuk berfoto dan tertawa-tawa, kelompok berseragam-juga termasuk atase pertahanan dari Iran dan Kuba, terlihat sangat menikmati kunjungan mereka di pameran Kimjongilia di Pyongyang.

"Pameran bunga Kimjongilia adalah bukti lain akan cinta dan pengabdian yang tak terbatas dari rakyat Korea kepada pemimpin besar seluruh bangsa, Kamerad Kim Jong Il!" tulis perwakilan Rusia di buku tamu.


Pameran bunga ini merupakan yang pertama berlangsung setelah Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un, bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

Pertemuan AS-Korea Utara yang kedua disebut bakal diadakan di Vietnam pada akhir bulan ini.

Namun pemerintah Korea Utara belum mengumumkan tanggal pertemuan itu kepada rakyatnya, dan kantor berita Korea Utara, KCNA, terakhir kali memberitakan mengenai hal tersebut pada tiga pekan yang lalu.

Ambisi Pyongyang dengan nuklir dan rudal balistik membuat geram banyak negara, termasuk AS.

Meski demikian, masih banyak negara yang merasa berhubungan baik dengan Korea Utara seperti Suriah, Laos dan Palestina, sampai Nigeria.

Hubungan baik itu terlihat dari kiriman bunga untuk pameran bunga Kimjongilia.

Mereka mensponsori bunga untuk "menunjukkan rasa hormat mereka untuk Jenderal Kim Jong Il", kata pemandu Ri Yun I.

"Jadi tahun demi tahun para pesertanya meningkat dan jumlah orang asing juga meningkat."

Sementara Trump telah menyatakan bahwa dia dan Kim "jatuh cinta" melalui pertukaran surat, tidak ada kiriman bunga dari AS atau organisasi Amerika.

"Belum," kata Ri. "Mungkin di tahun depan."

Semangat Pembaruan di Pameran Bunga Korea UtaraMonumen Kim Il Sung dan Kim Jong Il. (KIM Won Jin / AFP)

Bunga Pemimpin

Menurut sejarah Pyongyang, Kim Jong Il lahir pada 16 Februari 1942, di sebuah kamp rahasia di Gunung Paektu, tempat kelahiran spiritual rakyat Korea, tempat ayahnya, pendiri Korea Utara Kim Il Sung, sedang berperang melawan Jepang.

Tetapi sejarah lain menunjuk pada catatan resmi Soviet yang menunjukkan bahwa ia dilahirkan setahun sebelumnya di desa Siberia tempat ayahnya berada di pengasingan.

Apa pun itu, Korea Utara merayakan hari lahirnya setiap tahun dengan pertunjukkan seluncur es dan sinkronisasi renang, pesta kembang api serta festival bunga.

Kimjongilia-bunga begonia berbiji besar, dibiakkan oleh ahli botani Jepang, Kamo Mototeru, yang oleh pemandu mengatakan sempat dipamerkan kepada pemimpin Korea Utara pada saat itu.

Ayahnya sebelumnya dihormati pada tahun 1965 dengan Kimilsungia, anggrek ungu yang dinamai oleh presiden Indonesia pertama, Sukarno.

Sebanyak 30.229 kuntum bunga mekar dipajang dalam pameran ini. Ada yang dirangkai menyerupai gambar bendera Partai Buruh Korea yang berkuasa.

Selain itu ada juga rangkaian bunga berbentuk kereta dan Rumah Sakit Bersalin Pyongyang sebagai tanda perkembangan Korea Utara.

Namun tidak seperti tahun lalu, tak ada rangkaian berbentuk roket dan senjata lainnya.

Di tengah aula utama terlihat peta raksasa Korea yang bersatu, dengan sebuah bintang bercahaya mengidentifikasi Pyongyang sebagai ibukotanya.

"Reunifikasi nasional adalah keinginan kuat semua orang Korea, jadi setiap kali saya melihat peta negara kami, saya ingin menyatukan negara kami," kata Ri.

"Negara kita adalah satu, dengan satu darah dan satu budaya dan satu bahasa." (ard/ard)