Rekomendasi Kuliner

Mencicip Japanese Hambagu Steak, Hamburg Steak khas Jepang

CNN Indonesia | Jumat, 15/02/2019 16:35 WIB
Mencicip Japanese Hambagu Steak, Hamburg Steak khas Jepang Set hamburg steak Ishigamaya (CNN Indonesia/Christina Andhika Setyanti)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bagi Anda penggemar dorama Jepang dan penikmat bento cantik pasti tak asing dengan olahan daging steak cincang yang dibentuk bulat.

Sajian ini dikenal sebagai Japanese Hambagu Hamburg. Dalam bahasa universal disebut hamburg steak. Memang ini bukan makanan asli Jepang, tapi Jerman (Hamburg) maka disebut sebagai hamburg steak.

Hamburg steak tak ubahnya seperti kombinasi patty burger dan juga bakso, dalam ukuran yang berkali lipat lebih besar tentunya.


Hamburg steakFoto: CNN Indonesia/Christina Andhika Setyanti
Hamburg steak

Hanya saja, meski aslinya berasal dari Jerman, namun tak bisa dimungkiri kalau hidangan olahan daging ini memang sangat populer di Jepang.

Jepang pun bahkan membuat berbagai varian hamburg steak sesuai dengan lidah mereka yang menjunjung umami.

Bagi orang Jepang, hamburg sendiri sudah menjadi olahan hidangan daging yang khas dan juga salah satu sumber energi.

Kepopuleran japanese hambagu ini pun sampai ke Indonesia. Ishigamaya berekspansi untuk menggoda lidah orang Indonesia untuk mencicipinya.

Shota Kidokoro, President PT Kichiri Rizki Abadi yang menaungi salah satu restoran hamburg steak di Jepang Ishigamaya mengungkapkan bahwa orang Jepang rela mengantre demi seporsi hamburg steak.

"Ini adalah restoran Ishigamaya pertama di luar Jepang," kata Kidokoro saat pembukaan Ishigamaya di Plaza Indonesia beberapa waktu lalu.

Kombinasi internasional

"Hati-hati panas," kata seorang pelayan mengingatkan saya untuk tidak sedikit menjauh dari meja.

Segera setelah seporsi hamburg steak disajikan, sang pelayan pun segera meminta saya untuk menutupi wajah dan baju dengan tisu yang diberikan. Hal ini dilakukan agar saus yang disiramkan ke hot plate steak ini tak 'terciprat' ke baju atau wajah.

Namun jangan bayangkan kalau saus ini bakal membuat steaknya 'berkobar' dan 'berasap.' Memang berasap, namun atraksi asap gara-gara siraman saus ini hanya sebentar saja.

Hamburg steak ini memiliki ukuran yang cukup besar. Bahkan sedikit agak lebih berat dibanding dengan ukuran steak pada umumnya. Jika steak biasanya seberat 150 gram, hamburg steak ini punya berat 180 gram.

Saya pikir dagingnya saja pasti akan 'cukup' mengenyangkan.

Sayangnya saya salah besar, hidangan ini bukan hanya cukup mengenyangkan. Tapi sangat mengenyangkan!

Bayangkan, satu porsi hamburg steak ini diberisi 180 gram daging steak, spagheti, saute jagung pipil dan buncis kecil. Selain itu juga ada tambahan mini salad dan sepiring nasi.

Buat saya pribadi, porsi ini terbilang berlebihan. Ada dua macam karbohidrat yang ada dalam satu sajian. Belum lagi jagung pipil di dalamnya.

Namun kalau tak ingin makan nasi, Anda juga bisa memilih roti sebagai penggantinya.

Saya sedikit melakukan kesalahan saat makan hamburg steak ini. Saya tak langsung menyantapnya.

Akibatnya, bagian bawah hamburg steaknya nyaris terlalu kering dan well done. Beruntung, ukurannya yang cukup besar ini membuat bagian tengah dagingnya masih terjaga. Meski dagingnya sudah tak lagi pink, namun dagingnya tak juga well done.

Saat dibelah, hamburg steak ini punya bagian atas atau crust yang renyah. Namun di bagian dalamnya, daging gilingnya masih lembut dan juicy.

Tak butuh pisau untuk membelah hamburg steak ini. Untuk menjaga agar daging sapi Australia ini nikmat disantap, Ishigamaya menggiling dagingnya sendiri di restoran.

Yukihito Sakase executive chef Ishigamaya mengungkapkan bahwa setelah digiling, daging ini kemudian dicampur dengan berbagai bumbu dan sayuran untuk menciptakan rasa daging yang nikmat dan lembap ketika digigit.

mini saladFoto: CNN Indonesia/Christina Andhika Setyanti
mini salad

Untuk menghasilkan daging yang renyah di luar namun lembut di dalam, hamburg steak ini dipanggang dalam oven batu khusus dengan suhu 400 derajat Celcius. Tujuannya untuk mengunci jus daging agar tetap berada di dalam daging.

Satu hal yang disayangkan adalah, rasa saus originalnya yang menurut saya terlalu asin. Ketika disiramkan ke atas hamburg steak, bentuknya yang bulat seperti bola tak bisa menahan saus agar tetap melekat di atasnya.

Alhasil, sausnya sebagian akan terserap ke daging dan sisanya akan meluncur ke spagheti tawar dan sayuran di piring. Ketika saus tercampur dengan sayuran dan spagheti, rasanya akan jadi terlalu asin.

Namun Sakase mengungkapkan bahwa khusus di Indonesia, Ishigamaya menghadirkan beberapa pilihan saus selain original. Sausnya antara lain teriyaki cheese cream, napolitan, dan chef special sauce.

(chs)