Catatan Medis AS: Donald Trump Makin Gemuk

CNN Indonesia | Jumat, 15/02/2019 10:59 WIB
Catatan Medis AS: Donald Trump Makin Gemuk Donald Trump (REUTERS/Kevin Lamarque)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sudah bukan rahasia lagi kalau Presiden Amerika Serikat Donald Trump adalah pecinta makanan cepat saji. Dia juga dikenal tak suka olahraga.

Akibat kegemarannya pada makanan cepat saji, tubuh Trump pun makin gemuk.

Dokter kepresidenan AS Sean Conley mengungkapkan bahwa tahun 2019 ini Trump jadi sedikit lebih berat dibanding tahun lalu. Conley mengungkapkan bahwa Trump juga membutuhkan dosis obat kolesterol yang lebih tinggi. Hanya saja secara keseluruhan, kesehatannya tetap dalam keadaan yang sangat baik.



"Itu adalah tekad saya untuk menjaga presiden ada dalam kondisi kesehatan yang baik secara keseluruhan," kata Conley tentang hasil uji kesehatan Trump minggu lalu dikutip dari AFP.

Laporan medis suami Melania Trump menyebut bahwa berat badannya naik menjadi 110 kg. Sebelumnya, berat badannya 'hanya' 108 kg. Hanya saja, lonjakan tubuhnya ini sudah dianggap terlalu banyak.

Denyut jantungnya juga meningkat menjadi 70 kali per menit, tahun lalu hanya 68 kali per menit.

Conley juga menyebut bahwa dosis obat kolesterolnya Rosuvastatin naik dari 10 mg per hari menjadi 40 mg.


"Tak ada temuan signifikan untuk perubahan fisiknya, termasuk mata, telinga, hidung, mulut, gigi dan gusi, jantung, paru-paru, kulit, pencernaan, dan sistem neurologis."

Kondisi Trump yang gemar makan junk food dan malas berolahraga berat ini memang sempat mengkhawatirkan para dokter. Kondisi ini diperparah dengan pekerjaannya yang penuh tekanan sebagai Presiden Amerika Serikat.

Hanya saja, perlu diingat, catatan kesehatan Trump mungkin tak terlalu buruk karena dia tak merokok, mengklaim tak minum bir, suka berjalan kaki, dan sesekali bermain golf. (AFP/chs)