Demi 18 Juta Wisman, Kemenpar Bakal Perbanyak Diskon Wisata

CNN Indonesia | Senin, 11/02/2019 17:03 WIB
Demi 18 Juta Wisman, Kemenpar Bakal Perbanyak Diskon Wisata Wisatawan mancanegara usai mengunjungi Monas, Jakarta. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pariwisata Arief Yahya optimis bisa mendatangkan setidaknya 18 juta wisatawan mancanegara (wisman) tahun ini, atau sekitar 90 persen dari target wisman tahun ini yang sebanyak 20 juta orang.

Jika dibandingkan tahun lalu, angka tersebut naik 13,9 persen dari realisasi tahun lalu yang mencapai 15,8 juta.

"Outlooknya 18 juta aman karena kita pernah mencapai 1,5 juta (per bulan) pada Juni, Juli, Agustus 2018," ujar Arief usai menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Persatuan Perhotelan dan Restoran Indonesia (PHRI) IV 2019 di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta, Senin (11/2).


Selanjutnya, pemerintah tinggal berupaya untuk mendapatkan 2 juta wisman tambahan untuk mencapai target.

Salah satu caranya adalah dengan melakukan perluasan sektor pariwisata. Misalnya, mendorong wisata pertemuan, insentif, konvensi, dan pameran (MICE) internasional yang bisa menghasilkan efek berganda yang besar bagi sektor terkait pariwisata.

Selain itu, pemerintah juga akan menggarap infrastruktur di daerah wisata, termasuk di daerah perbatasan yang potensinya besar. Misalnya di Atambua, Nusa Tenggara Timur yang telah memiliki Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yang bagus.

Tak hanya itu, pemerintah akan terus melakukan promosi destinasi wisata Indonesia ke luar negeri.

Lebih lanjut, Arief juga meminta dukungan dari PHRI untuk mencapai target wisman tahun ini. Pasalnya, peran pelaku industri hotel dan restoran terhadap sektor pariwisata sangat besar.

Arief menyebutkan kontribusi akomodasi dan kuliner terhadap pendapatan sektor pariwisata mencapai 60 persen, di mana 40 persen di antaranya berasal dari akomodasi dan 20 persen sisanya berasal dari kuliner.

Arief mengingatkan bahwa turis asing bakal kembali ke destinasi wisata jika memiliki pengalaman yang berkesan.

"Yang terpenting adalah industri yang mengarahkan pemerintah, bukan sebaliknya," ujarnya.

Ketua Umum PHRI Hariyadi Sukamdani optimistis target wisman tahun ini bisa tercapai dengan strategi yang tepat. Dalam hal ini, PHRI akan menjalankan sejumlah program untuk meningkatkan kedatangan wisatawan maupun okupansi hotel dan restoran.

Misalnya, promo diskon besar-besaran (hot deals) di periode sepi pengunjung dan kerja sama antar bisnis dengan maskapai dan aplikasi perjalanan daring.

"Kami meyakini itu bisa menjadi strategi yang ampuh untuk menggapai target 20 juta wisman," ujarnya.

(sfr/ard)