Lokasi Likuefaksi di Palu Bakal Dijadikan Tempat Wisata

ANTARA, CNN Indonesia | Selasa, 12/02/2019 17:28 WIB
Lokasi Likuefaksi di Palu Bakal Dijadikan Tempat Wisata Kawasan Petobo saat terjadinya likuefaksi. (ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Salah seorang anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Matindas J Rumambi mengatakan semua lokasi likuefaksi di Kota Palu dan Kabupaten Sigi akan dijadikan tempat wisata oleh pemerintah.

Tercatat, lokasi eks likuefaksi itu antara lain Balaroa, Petobo, Jono Oge dan Sibalaya.

"Sebelumnya kawasan tersebut sangat padat penduduk. Setelah bencana tidak ada lagi yang boleh membangun rumah di sana, dan kawasan tersebut akan dijadikan tempat wisata," kata Matindas seperti yang dikutip dari Antara pada Senin (11/2).


Matindas meminta masyarakat tidak memaksakan diri kembali membangun rumah di atas lokasi eks likuefaksi tersebut.

Pemerintah telah menyiapkan hunian sementara (Huntara) sambil menunggu pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi warga korban likuefaksi. Lokasi Huntara itu berada di kawasan Duyu dan Kelurahan Tondo.

Belum diketahui lebih lanjut mengenai konsep kawasan wisata yang bakal dibangun di lokasi eks likuefaksi.

Tiga pekan setelah gempa bumi dan tsunami melanda Palu terjadi pada 28 September 2018, pemerintah telah turun tangan melakukan penangan, terutama terhadap korban likuefaksi.

Waterbombing atau pengeboman material disinfektan ke daerah-daerah eks likuefaksi menjadi langkah pertama agar tidak ada penyebaran penyakit.

Tak hanya pengeboman, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Kementerian Kesehatan dan Kesehatan TNI juga melakukan fogging atau penyemprotan.

Banyaknya korban meninggal yang diperkirakan masih tertimbun bangunan maupun tanah mendorong upaya antisipasi ini.

Likuefaksi adalah fenomena yang terjadi ketika tanah yang jenuh atau agak jenuh kehilangan kekuatan dan kekakuan akibat adanya tegangan, seperti getaran gempa bumi.

Sebelumnya berdasarkan penelitian Badan Geologi pada 2012 silam ditemukan bahwa wilayah Palu merupakan wilayah dengan potensi likuefaksi sangat tinggi. Namun Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika mengaku bingung mengapa pemda setempat memberikan izin pembangunan pemukiman di daerah rawan gempa tersebut

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan lokasi eks likuefaksi sebaiknya tak lagi dibangun hunian, namun tanahnya bisa kembali dipadatkan untuk kebutuhan pembangunan monumen mengenang korban atau monumen pemakaman massal korban likuefaksi.

[Gambas:Video CNN] (ard)