Gurita Langka, Racunnya Bisa Membunuh 26 Orang Dewasa

CNN Indonesia | Kamis, 07/02/2019 19:02 WIB
Gurita Langka, Racunnya Bisa Membunuh 26 Orang Dewasa Gurita Cincin Biru. (Istockphoto/davidevison)
Jakarta, CNN Indonesia -- Salah satu aturan yang wajib diingat saat berwisata alam ialah jangan menyentuh hewan atau tumbuhan yang tidak diketahui jenisnya. Selain dapat membahayakan keberlangsungan hidup mereka, sembarangan menyentuh juga bisa mendapat serangan atas nama perlindungan diri mereka.

Belum lama ini ramai diberitakan kalau seorang turis yang tidak diketahui namanya mengunggah video saat dirinya memegang hewan berbentuk gurita.


Selain dalam rangka pamer liburannya di suatu pantai Australia, video tersebut juga berisi rasa penasarannya terhadap gurita mungil yang sedang dipegangnya.


Tak lama setelah dipegang, ia melepaskan kembali gurita tersebut.

[Gambas:Instagram]

Dikutip dari The Points Guy pada Kamis (7/2), video tersebut diunggah pertama kali dalam media sosial TikTok yang kemudian diunggah kembali ke Reddit.

Pengguna Reddit asal Australia langsung heboh begitu melihat video tersebut. Mereka mengatakan kalau hewan yang dipegangnya merupakan Gurita Cincin Biru.


Tak hanya langka, hewan itu juga sangat amat beracun. Saking berbahayanya, racun Gurita Cincin Biru juga bisa membunuh dalam sekejap.

Menurut para peneliti di Ocean Conservancy, racun Gurita Cincin Biru dapat membunuh sebanyak 26 orang dewasa dalam hitungan menit.

Racun tersebut lebih berbahaya dibandingkan dengan sianida. Tapi mereka tidak agresif dan langsung menggigit jika tidak merasa terganggu.

Para peneliti juga mengatakan kalau sang hewan membunuh dengan gigitan yang tidak terasa dan tidak berbekas, lalu korban secara tak sadar langsung lemas, mual, kesulitan berbicara, kehilangan penglihatan, sesak napas lalu tewas.

Saat menemukan Gurita Cincin Biru ketika wisata bahari, para peneliti meminta orang-orang agar jangan mendekat dan jangan menyentuh.

Jika terlanjur menyentuhnya, korban diminta segera melapor ke petugas medis terdekat sehingga masalah kesehatan terkait racun segera ditangani.

Walau hingga tahun 1960-an belum ada lagi korban tewas terkait Gurita Cincin Biru, namun para peneliti mengatakan bahwa belum ada obat penawar bagi racun dari gigitan mereka.


[Gambas:Video CNN]
(agr/ard)