FOTO: Berdampingan dengan Babi Liar di Hong Kong

AFP/REUTERS, CNN Indonesia | Rabu, 06/02/2019 17:19 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Hong Kong sedang menghadapi masalah pengendalian babi hutan liar yang mengundang pro dan kontra.

Seekor babi hutan liar terlihat berkeliaran di Aberdeen Park, Hong Kong. Saat Hong Kong bersiap untuk merayakan Tahun Babi, kota ini menghadapi masalah pengendalian babi hutan liar yang mengundang pro dan kontra. (AFP PHOTO/Anthony Wallace)
Dikenal sebagai kota yang padat dengan gedung pencakar langit, Hong Kong juga memiliki pegunungan subtropis dan lahan hijau yang menjadi habitat kawanan babi liar Eurasia yang kini jumlahnya berkembang pesat. (AFP PHOTO/Anthony Wallace)
Ada banyak kasus keberadaan babi liar yang dianggap meresahkan masyarakat. Mulai dari yang berlarian di tengah jalan, lintasan pesawat, sampai jatuh dari langit-langit toko. (AFP PHOTO/Anthony Wallace)
Tumpukan sampah di tempat terbuka, area memasak yang tak beratap, sampai kebiasaan manusia yang memberi makan, membuat populasi babi liar semakin berkembang. (REUTERS/Jayson Albano)
Pemerintah kota Hong Kong mengatakan jumlah laporan atas gangguan babi liar telah lebih dari dua kali lipat, dari 294 kasus pada tahun 2013 menjadi 679 kasus hanya selama Januari hingga Oktober 2018. (REUTERS/Jayson Albano)
Kasus babi liar versus manusia yang menyebabkan cedera juga telah dilaporkan. Pada bulan Oktober, dua orang tua digigit oleh babi hutan di dekat taman kota, sementara empat bulan sebelumnya dua orang perlu dijahit setelah mereka diserang di dekat Universitas Hong Kong, media lokal melaporkan. (REUTERS/Jayson Albano)
Departemen Pertanian, Perikanan dan Konservasi sekarang mempertimbangkan menyuntik mati babi hutan
AFCD mengatakan mereka tidak memiliki perkiraan total populasi babi liar di Hong Kong, tetapi pendataan kamera pengawas di taman-taman telah mencatat peningkatan jumlah dan penyebaran yang lebih luas dibanding 20 tahun lalu. (AFP PHOTO/Anthony Wallace)
Veronique Che, dari Hong Kong Wild Boar Concern Group, mengatakan hewan-hewan itu tidak boleh disalahkan karena sejatinya padatnya populasi manusia membuat habitat mereka berkurang. (AFP PHOTO/Anthony Wallace)