Feng Shui Desain Interior di Tahun Babi Tanah

CNN Indonesia | Senin, 04/02/2019 17:06 WIB
Feng Shui Desain Interior di Tahun Babi Tanah ilustrasi (pozytywnewnetrza/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jelang Imlek, tak cuma shio yang jadi perhatian. Feng shui juga jadi incaran saat tahun baru.

Feng Shui adalah ilmu topografi kuno dari China yang percaya adanya kaitan antara manusia dan astronomi, geografi bisa hidup bersama dalam harmoni untuk memperbaiki kehidupan manusia.

Feng shui juga biasanya dikaitkan dengan tata letak dan desain interior rumah. Dalam budaya Tionghoa, ilmu ini bisa membantu orang untuk menentukan isi dan menata agar membawa dampak baik bagi penghuninya. 



Dalam bahasa Mandarin, Feng memiliki arti angin dan Shui adalah air. Ilmu tersebut erat kaitannya dengan kondisi bangunan, air sebagai pembawa berkah terhadap benda yang dipercaya dapat mendatangkan keberuntungan tersendiri bagi pemakainya.

Menurut Jenie Kumala Dewi, ahli Feng Shui modern Feng Shui berhubungan dengan manusia dan aktivitas manusia paling banyak adalah di dalam ruang salah satunya rumah. 

"Apa yang digunakan setiap hari akan berdampak pada manusia itu sendiri, begitu pun rumah yang setiap hari dia temui," ujar Jenie saat ditemui di Urban Quarter's  Media Gathering, di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat pada Selasa (29/1).

Tahun 2019 memasuki tahun Babi Tanah. Jenie mengatakan shio babi memiliki karakter jujur, adil, dan mudah terbawa arus. 

Ada unsur-unsur interior yang musti diperhatikan memasuki tahun babi tanah baik warna maupun elemen dalam ruangan. Secara umum, kata dia, warna hijau. Warna ini dinilai paling aman dan membawa energi positif. 


Warna yang harus dihindari tahun ini adalah warna merah. Menurut Jenie merah memiliki simbol api dan tahun ini adalah tahun yang berat. Api bisa menimbulkan konflik terhadap air dan tanah.

Sedangkan untuk konsep, tahun ini cocok untuk ruangan berkonsep minimalis dan menggunakan unsur kayu. Jenie menambahkan unsur kayu akan lebih bagus dipadukan dengan warna logam seperti abu-abu, putih dan hijau. 

Desain yang rumit perlu dihindari. "Bentuk yang klasik atau ada ukiran sebenarnya bagus, tetapi terlalu banyak energi yang menusuk karena bentuknya tajam," imbuhnya.

Hanya saja, tiap tahun shio dan elemen yang menaungi akan terus berubah. Orang tak perlu repot-repot mengganti seluruh interior ruangan demi efek yang maksimal. Ada baiknya juga menambah elemen tanaman hidup sebagai pajangan. 

"Tidak harus semuanya. Anda bisa mengganti gorden, ganti cat dan tidak harus semua interior diganti," katanya. (ptj/chs)


ARTIKEL TERKAIT