Sebastien Bras, Koki Prancis yang Kembali Tolak Michelin

CNN Indonesia | Minggu, 03/02/2019 09:49 WIB
Sebastien Bras, Koki Prancis yang Kembali Tolak Michelin Sebastien Bras (AFP/Remy Gabalda).
Jakarta, CNN Indonesia -- Mendapat bintang Michelin adalah idaman bagi banyak restoran dan juga chef. Namun ternyata tak semua koki berhasrat untuk memilikinya.

Setidaknya ini terjadi pada koki Sebastien Bras. Koki Prancis ini mengejutkan dunia kuliner dengan mengembalikan bintang-bintang Michelin yang didapatkannya pada 2017.

Bras mengaku bahwa ada tekanan besar yang datang ketika dia mendapatkan bintang Michelin. Pada pada September 2017 lalu dia meminta restoran bintang tiga Le Suquet di Aveyron dikeluarkan dari panduan Michelin 2018.



Michelin pun setuju. Restoran itu dihapus dari daftar.

"Sulit bagi kami untuk memiliki daftar panduan dengan restoran yang tak ingin ada di dalamnya," kata manajer merek tersebut Claire Dorland Clauzel saat itu kepada AFP.

Bras kembali ke restorannya dan menghabiskan tahun-tahun itu dengan meracik masakan Prancis. Dia tak lagi khawatir apakah makanan itu memenuhi standar Michelin atau tidak.

Tapi beberapa hari lalu dia kebingungan karena mendapati namanya kembali ada dalam panduan kuliner bergengsi tersebut. Dia mendapati restorannya masuk lagi dalam daftar panduan makanan tersebut untuk tahun 2019 dengan dua bintang.


"Keputusan yang kontradiktif ini membuat kami ragu, meskipun dalam hal apa pun kami tidak lagi khawatir tentang bintang atau panduan ini," katanya dalam pernyataan.

"Saya membuat posisi saya jelas tahun lalu dan saya masih merasakan hal yang sama. Masih, dan lebih dari sebelumnya, menikmati kepercayaan klien kami."

Alasan tolak Michelin

Bras mengambil alih dapur Le Suquet dari ayahnya Michel, satu dekade lalu.

Bras senior memegang tiga bintang Michelin sejak 1999. Dan Bras junior, sang putra mengatakan bahwa hal ini bisa merugikannya. Reputasi ini telah menciptakan tekanan tak tertahankan sebagai koki.

"Anda diperiksa 2-3 kali setahun. Anda tak pernah tahu kapan. Setiap makanan yang keluar bisa saja diperiksa," katanya pada 2017 lalu.

"Itu berarti bahwa setiap hari, 1 dari 500 makanan yang meninggalkan dapur bisa dihakimi. Mungkin saya akan jadi kurang terkenal, tapi saya menerimanya," ucap dia saat memutuskan untuk keluar dari panduan Michelin. (AFP/chs)