Penyakit-penyakit yang Buat Bokong Terasa Sakit

CNN Indonesia | Kamis, 07/02/2019 22:14 WIB
Penyakit-penyakit yang Buat Bokong Terasa Sakit Ilustrasi bokong (Istockphoto/MangoStar_Studio)
Jakarta, CNN Indonesia -- Meski jarang terjadi, tapi nyeri pada bokong bisa datang dalam berbagai bentuk. Mulai dari rasa sakit yang menusuk, kram, bahkan iritasi.

Nyeri pada bagian bokong bisa jadi pertanda beberapa gangguan kesehatan. Tak cuma menjadi penanda menstruasi, nyeri pada bokong juga bisa jadi gejala beberapa penyakit seperti wasir hingga herpes.

Mengutip Women's Health Magz, berikut beberapa penyebab rasa sakit pada bagian bokong.


1. Menstruasi
Faktanya, menstruasi dapat memengaruhi proses buang air besar. Senyawa prostaglandin yang menyebabkan kram dapat memasuki daerah usus dan menyebabkan intensitas buang air besar yang lebih tinggi pada periode haid.

Prostaglandin juga diklaim dapat menyebabkan diare. Pakar obgin, Jennifer Gunter mengatakan bahwa lebih sering ke kamar mandi merupakan efek samping yang sangat umum dari peningkatan tajam prostaglandin.

Selain itu, kram menstruasi yang parah juga dapat meluas ke bagian perut bawah dan memengaruhi area bokong.

2. Wasir
Wasir adalah pembengkakan pembuluh darah yang terbentuk pada anus dan rektum. Wanita hamil sangat rentan mengalami wasir, demikian juga dengan orang-orang yang gemar duduk dan berdiri dalam waktu lama.

Wasir biasanya akan hilang dengan sendirinya. Namun, jika wasir terus bertahan hingga sepekan atau menyebabkan rasa sakit bertambah, maka Anda harus berkonsultasi dengan dokter.

3. Endometriosis
Sekitar 11 persen wanita menderita endometriosis. Nama terakhir ini merupakan penyakit yang terjadi ketika jaringan endometrium tumbuh di luar rahim.

Pertumbuhan berlebih jaringan ini paling sering ditemukan pada saluran tuba, indung telur, permukaan luar rahim, dan meluas ke area usus. Jaringan endometrium yang tumbuh di usus dapat membuat pergerakan usus jadi menyakitkan.

4. Herpes genital
Ada dua jenis virus herpes. Pertama adalah virus herpes simplex-1 (HSV-1) dan virus herpes simplex-2 (HSV-2).

HSV-1 menyebabkan luka dingin, sedangkan HSV-2 lebih dikenal dengan istilah herpes genital. Nama terakhir ini dapat menyebabkan luka dan bagian kulit yang melepuh berisi cairan pada bagian sekitar alat genital.

Jika Anda melihat luka pada alat genital, akan lebih baik jika Anda sesegera mungkin melakukan pengecekan ke dokter.

5. Fisura ani
Fisura ani adalah pecah dan retaknya lapisan lubang anus. Sering kali hal itu terjadi ketika kotoran dalam tubuh terlampau padat dan keras. Kerasnya kotoran dalam tubuh dapat menyebabkan iritasi pada anus.

Retakan lapisan lubang anus mengekspos otot yang mengontrol pergerakan usus dan mampu menyebabkan rasa sakit serta pendarahan setelah buang air besar.

6. Linu panggul
Saraf skiatik menjalar dari punggung bawah, turun melalui bokong menuju kaki. Saat saraf skiatik terjepit, rasa sakit di semua bagian yang dilewatinya tak terhindari.

"Jika teriritasi, rasanya seperti gigitan anjing di bagian bokong," ujar ahli tulang, Carrie Pagliano.

Mati rasa, kesemutan, dan sensasi terbakar juga menjadi gejala linu panggul yang umum.

7. Sindrom piriformis
Sekilas, sindrom piriformis serupa dengan linu panggul. Namun, sindrom piriformis merupakan kondisi neuromuskuler atau miskomunikasi antara saraf dan otot, yang menyebabkan nyeri pinggul dan bokong.

Pagliano menyebut, pada dasarnya sindrom piriformis adalah kram dan kejang otot pada bagian panggul.

Sindrom ini dapat menimbulkan rasa sakit yang tajam dan menyebar saat Anda menggerakkan pinggul. Rasa sakit ini biasanya berasal dari masalah punggung.

Terapi fisik, olahraga, dan peregangan dapat membantu mengelola sindrom piriformis yang Anda derita. (asr)