Celoteh Wisata

Melacak Jejak Kebangkitan Harimau di Nepal

AFP, CNN Indonesia | Minggu, 04/11/2018 18:17 WIB
Melacak Jejak Kebangkitan Harimau di Nepal Ilustrasi. (Foto: Pixabay/jingoba)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekitar satu abad yang lalu, dunia kehilangan sang raja rimba dalam jumlah besar. Sebagai gambaran, pada medio 1900-an ada lebih dari 100 ribu ekor Harimau di seluruh dunia. Namun jumlahnya merosot drastis menjadi 3.200 ekor pada tahun 2010.

Nepal, sebagai salah satu rumah dari 'gerombolan' Harimau Benggala (Panthera tigris tigris), mengalami degradasi terparah. Penyebabnya adalah perang sipil yang berlangsung selama beberapa dekade, dan baru berakhir pada tahun 2006.

Namun pemerintah Nepal akhirnya tersadar akan manfaat Harimau dalam negaranya, pada tahun 2009 pihak pemerintah, pecinta lingkungan hidup, dan warga bahu membahu untuk melindungi si kucing besar ini.


Akhirnya jumlah Harimau yang ada di dalam hutan Nepal melonjak nyaris dua kali lipat, dari 121 ekor pada tahun 2009 menjadi 235 ekor pada tahun 2018. Hal ini merupakan target dari Pemerintah Nepal yang ingin melipatgandakan jumlah Harimau selambat-lambatnya pada tahun 2022.

Kabar ini rupanya 'memancing' dahaga Chayan Kumar Chaudhary untuk melacak jejaknya melalui kamera perangkap yang dipasang dalam hutan, tepatnya dalam kawasan yang diyakin sebagai perlintasan Harimau.

Untuk meredakan ambisinya, sekitar 3.200 kamera perangkap dipasang untuk merekam perjalanan proyek konservasi ini.

Kamera ini dilengkapi dengan fitur sensor panas dan pergerakan. Jadi ketika ada pergerakan atau perubahan suhu di depan kamera, perangkat canggih ini akan menjepretnya secara otomatis.

"(Aktivitas) ini sangat mengagumkan, ketika kami mengecek memori kamera dan menemukan foto-foto harimau di dalamnya," ujar Chaudhary, seperti yang dikutip dari AFP, Sabtu (3/11).

"Rasanya seperti terlibat dalam sebuah perubahan besar menuju ke arah perbaikan."

Proyek ini dimulai pada bulan November 2017, ia melanjutkan, setelah kurang empat bulan meletakkan kamera perangkap di kawasan hutan akhrnya diperoleh lebih dari 4.000 foto harimau. Tentunya hal ini sangat menggembirakan.

Menurutnya kawasan dataran rendah di selatan Nepal adalah rumah bagi lima Taman Nasional, yang merupakan area bermain para Harimau. 

Satu hal yang menjadi pekerjaan rumah terbesar adalah, mengubah pola pikir masyarakat yang dulunya memanfaatkan kematian Harimau demi pundi-pundi, menjadi sosok yang melindungi keberadaannya di habitat asli. (agr)