Fruitarian, Mereka yang Tak Bisa Hidup Tanpa Buah

Tim, CNN Indonesia | Senin, 15/10/2018 09:21 WIB
Fruitarian, Mereka yang Tak Bisa Hidup Tanpa Buah Ilustrasi buah (Barn Images)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tina Stoklosa (39) tak pernah memakan apa pun selain buah-buahan selama lima tahun lamanya. Dia memilih gaya hidup sebagai seorang fruitarian.

Awalnya adalah diet. Tubuh gemuk yang dimiliki Tina membuatnya berpikir keras untuk mencari cara menurunkan berat badan.

Selama lima tahun, Tina menelusuri berbagai informasi terkait diet sehat. Di sana lah wanita asal Polandia ini bertemu dengan istilah 'fruitarianism', pilihan gaya hidup yang hanya menempatkan buah sebagai makanan sehari-hari.


"Saat meneliti resep smoothie, saya menemukan sekelompok orang yang punya kebiasaan ini dan menyebut dirinya sebagai fruitarian," kata Tina, mengutip Daily Mail.


Tak ayal, Tina pun mengikuti jalan orang-orang yang ditemuinya secara daring itu. Selama sepekan penuh, dia hanya mengisi perutnya dengan buah. "Saya merasa luar biasa saat itu. Berat badan saya berkurang," ujar Tina.

Atas hasil itu, Tina memutuskan untuk tak kembali pada pola makan 'normal'. Dua tahun pertama sebagai seorang fruitarian bak mimpi buruk baginya. Rasa lapar kerap melanda dan membuatnya uring-uringan.

Kemudian, Tina memutuskan untuk 'hijrah' ke Bali dan berharap bisa menjadi seorang fruitarian sepenuhnya. Di Bali, Tina dan pasangannya, Simon, hanya mengonsumsi 2 ribu-4 ribu kalori per hari dari buah-buahan dan minuman air kelapa.

Menjadi seorang fruitarian membuat mereka merasa tenang. "Gaya hidup ini meningkatkan energi dan kualitas tidur kita," kata Tina.

[Gambas:Instagram]

Tina dan Simon mendokumentasikan pengalamannya sebagai kaum fruitarian dalam kanal YouTube dan laman Instagram-nya dengan nama 'Fit Shortie Eats'.

Fruitarian bukan barang baru dalam dunia gaya hidup sehat. Setiap tahunnya, ribuan fruitarian memenuhi gelaran Woodstock Fruit Festival di New York, Amerika Serikat.

Gaya hidup ini sempat naik daun saat Ashton Kutcher mencoba menjadi seorang fruitarian selama satu bulan. Hal itu dilakukannya dalam rangka mendalami perannya sebagai Steve Jobs dalam sebuah film biopik. Steve Jobs dikenal sebagai seorang pencinta buah.


Pada dasarnya, fruitarian merupakan cabang ekstrem dari vegetarian di mana seseorang hanya mengonsumsi buah mentah. Bahkan, tak sedikit pula dari para fruitarian yang hanya mau mengonsumsi buah yang jatuh langsung dari pohonnya.

Konsep dasarnya mirip dengan vegetarian. Menjadi seorang fruitarian dan vegetarian adalah cara mereka untuk menghindari 'pembunuhan' terhadap makhluk hidup sekaligus sebagai cara mendekatkan diri dengan alam.

"Dengan menjadi seorang fruitarian, saya merasa lebih dekat dengan alam dan lebih bersemangat," kata Tina.

Atau, Anda juga bisa menengok kisah Steve Jobs, seorang fruitarian ekstrem. "Saya seorang fruitarian dan saya hanya mengonsumsi daun-daunan yang dipetik perawan di malam hari, di bawah sinar bulan," tulisnya dalam buku biografinya.

Namun, sayangnya gaya hidup fruitarian ini tak selamanya menyenangkan. Buktinya saja Ashton Kutcher, yang meniru gaya hidup Steve Jobs sebagai fruitarian selama satu bulan, harus berakhir di rumah sakit.


Kala itu, dia menderita sakit perut parah yang disebabkan oleh gangguan pada pankreas. Penyebabnya apa lagi jika bukan konsumsi buah dalam jangka panjang dan menihilkan sumber-sumber nutrisi lainnya.

Seorang fruitarian punya rumus sendiri dalam mengonsumsi makanan harian. Mereka biasanya akan mengonsumsi minimal 75 persen buah dalam asupan hariannya. Selebihnya diisi oleh kacang-kacangan, biji-bijian, dan air.

Rumus asupan harian fruitarian ini membuat banyak ahli gizi khawatir. Pasalnya, pola makan jenis ini tak memenuhi aturan nomal asupan makanan harian.

Sebuah penelitian di Columbia University, AS, menyebutkan bahwa diet buah dapat menyebabkan kekurangan sejumlah nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Mulai dari kalsium, protein, zat besi, zinc, vitamin D, sebagian besar vitamin B, dan asam lemak esensial.


"Sangat mustahil untuk mendapatkan semua nutrisi yang Anda butuhkan," ujar ahli gizi dari British Dietetic Association, Gaynor Bussel, mengutip Draxe. Salah satunya adalah kekurangan vitamin B 12 yang berisiko anemia.

"Kita harus mendapatkan banyak nutrisi dari semua kelompok makanan yang berbeda," kata Bussel.

Meski buah menyediakan sumber karbohidrat, tapi mereka memiliki sedikit protein. Ketika tubuh kekurangan protein, pemeliharaan jaringan tubuh akan terganggu.

Tak cuma itu. Mengonsumsi buah secara berlebih juga berisiko diabetes. Efek negatif itu dibawa oleh kandungan gula dalam buah yang cukup tinggi. (asr/chs)