Mengenal 'AHAs', si Pencerah pada Produk Perawatan Kulit

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 28/09/2018 18:14 WIB
Mengenal 'AHAs', si Pencerah pada Produk Perawatan Kulit Ilustrasi (Istockphoto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Produk perawatan kulit mulai dari produk lokal maupun mancanegara kini banyak beredar. Setiap produk memiliki beragam janji, termasuk salah satu efek yang banyak diinginkan banyak perempuan Asia, yakni mencerahkan.

Janji mencerahkan kulit ini tentu sejalan dengan bahan yang digunakan. Alpha hydroxy acids (AHA/AHAs) merupakan salah satu komponen pencerah kulit yang banyak ditemui pada produk perawatan kulit. Dikutip dari Business Insider, AHAs diperoleh dari bahan alami antara lain gula tebu, susu, almond atau anggur.

Rupanya tak hanya mencerahkan, komponen satu ini juga menjanjikan beragam efek.


"AHAs adalah jenis komponen kimia yang digunakan pada kosmetik dan produk lain untuk mengeksfoliasi dan mengurangi bintik hitam, garis muka, kerutan dan memperbaiki tekstur kulit," kata Jennifer Chwalek, ahli dermatologoi dikutip dari Elite Daily beberapa waktu lalu.


Menurut Chwalek, cara kerja AHAs paling utama untuk mengeksfoliasi atau mengikis lapisan kulit mati. Proses ini menungkinkan memperlambat penuaan karena penumpukan sel kulit mati membuat tampila kulit jadi kusam. Sel kulit mati yang terbuang membuat kulit terlihat lebih cerah dan terasa lebih lembut.

Selain itu, AHAs yang meresap ke dalam kulit mampu menstimulasi produksi kolagen. Chwalek berkata kinerja AHAs juga mampu membantu mengurangi kemunculan garis muka dan kerutan. Namun ini tergantung seberapa besar molekul karena ukuran yang semakin kecil memungkinkan ia menyerap lebih dalam dan menunjukkan efeknya.

"Ia juga membantu mengatasi jerawat dan meningkatkan penyerapan produk perawatan. Mudahnya, menggunakan produk dengan antioksidan setelah pencuci muka yang mengandung glycolic (salah satu jenis AHAs) bisa membantu komponen antioksidan menyerap ke dalam kulit," imbuhnya.

AHAs dapat digunakan pada semua jenis kulit. Namun Chwalek memberikan saran penggunaan produk dengan komponen AHAs sebaiknya mereka yang bergelut dengan masalah jerawat, hiperpigmentasi, kerusakan kulit akibat paparan sinar matahari atau munculnya tanda penuaan dini.

Akan tetapi untuk mereka yang memiliki masalah jerawat cukup parah lebih pas dengan BHA atau beta hydroxy acid. Saat AHAs penetrasinya hanya pada permukaan kulit, BHA mampu meresap lebih dalam. BHA mampu melewati minyak yang menutupi pori dan melarutkan campuran sebum dan sel kulit mati penyebab jerawat. Komponen yang umum bernama salicylic acid ini juga bahan terbaik untuk mengontrol dan mengatasi minyak di kulit.


Dikutip dari Vogue India, Geetika Mittal Gupta, pendiri dan direktur medis International Skin and Anti Aging Center (ISAAC), New Delhi, BHA juga efektif mengurangi komedo hitam dan putih.

Sementara itu, penggunaan AHAs juga harus memperhatikan kondisi kulit. Komponen AHAs yang berupa asam dapat mengiritasi dan harus hati-hati digunakan pada kulit dengan masalah rosacea, eksim atau kulit sensitif.

Bagaimana dengan efek sampingnya?

AHAs dapat menimbulkan efek samping. Umumnya kulit bakal iritasi sedang, kemerahan, muncul serpihan putih seperti ketombe, gatal, rasa panas seperti terbakar dan jika digunakan dalam konsentrasi tinggi dapat membuat kulit terkelupas sehingga warna kulit tidak sama serta melepuh meski jarang terjadi.

Oleh karenanya, Chwalek menyarankan penggunaan AHAs pada batas 10-15 persen saja.

"Ia juga bisa menyebabkan kulit jadi sensitif terhadap sinar matahari khususnya jika kulit kemerahan dan iritasi karena penggunaan berlebih, sehingga gunakan perlindungan dari sinar matahari dan pelembap saat menggunakan produk dengan AHAs," kata Chwalek. (els/stu)


BACA JUGA