Dokter Ortopedi: Bedong Berisiko Sebabkan Kelainan Tulang

Elise Dwi Ratnasari, CNN Indonesia | Rabu, 08/08/2018 09:33 WIB
Dokter Ortopedi: Bedong Berisiko Sebabkan Kelainan Tulang ilustrasi bayi baru lahir (christianabella/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bedong adalah salah satu cara tradisional yang dilakukan orang tua pada bayi yang baru lahir. Aktivitas membedong atau membungkus bayi dengan kain kerap dilakukan rumah tangga untuk menjaga bayi tetap hangat.

Di samping itu membedong juga dianggap dapat mencegah kelainan pertumbuhan tulang khususnya kaki pada anak. 

Akan tetapi dokter spesialis bedah ortopedi Faisal Miraj menampik anggapan ini. Dokter yang sehari-hari berpraktik di Rumah Sakit Pondok Indah Bintaro Jaya ini mengatakan bahwa membedong bayi dapat mengakibatkan dislokasi panggul. 



"Orang membedong anggapannya biar kaki enggak bengkok, padahal ini berbahaya," katanya saat diskusi media di The Hook, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (7/8). 

Faisal menjelaskan bayi memiliki sendi panggul yang lentur. Kebiasaan membedong membuat posisi kaki bayi lurus dan rapat. Sendi panggul yang lentur ini kemudian tertarik masuk. Namun saat bedong dilepas, sendi panggul akan kembali keluar.

Kebiasaan pasang bedong dan lepas bedong berulang justru akan menyebabkan sendi panggul lama-kelamaan keluar. 

Lebih lanjut lagi ia menambahkan membedong dapat membuat pertumbuhan tulang anak terganggu. Panjang tungkai berbeda dan anak dapat berdiri atau berjalan miring. 

"Di sini seharusnya mangkok sendi bagus, bonggol panggul berada pada tempatnya, tapi terjadi dislokasi panggul," imbuhnya. 

Dislokasi panggul ini akan juga berisiko menyebabkan kepincangan karena panjang kaki yang berbeda.

Sendi panggul yang abnormal ini terlihat dari jumlah lipatan pada kulit paha belakang. Saat bayi pada posisi tengkurap, perhatikan lipatan pada kulitnya. Jika jumlahnya berbeda antara kedua sisinya, kata dia, maka ada sesuatu yang salah pada sendi panggul. 

Faisal pun mengingatkan orang tua untuk tidak lagi membedong bayinya. Sebaiknya bayi dibiarkan pada posisi natural yakni agak mengangkang. Pada posisi ini, bonggol panggul berada pada mangkoknya sehingga pertumbuhan tulang anak normal. Orang tua pun tak perlu khawatir kaki anak bakal bengkok. 


Di sisi lain, orang tua perlu memperhatikan penggunaan baby walker atau sejenis mainan yang dapat merangsang motorik anak untuk berjalan. Faisal berkata salah satu penyebab kelainan ortopedi anak ialah early walker atau fase berjalan anak yang terlalu awal. 

Baby walker, lanjut Faisal, memang merangsang anak untuk berjalan tetapi terlalu awal. Akibatnya, kaki anak dapat berbentuk O tetap. Kondisi ini semakin diperparah jika anak punya bawaan atau bakat kaki O sehingga mempercepat kerusakan bentuk kaki. 

Menurutnya, pertumbuhan motorik tiap anak berbeda. Jika belum waktunya, sebaiknya orang tua tidak memaksa anak berjalan. 

"Anak usia 9-10 bulan dia mulai berdiri. Berdiri mantap di usia setahun, lalu jalan. Sebelum setahun sebaiknya jangan dikasih baby walker," katanya.  (chs)