Keong Sawah, 'Cinta' Masa Kecil Susi Pudjiastuti

Elise Dwi Ratnasari , CNN Indonesia | Kamis, 07/12/2017 14:01 WIB
Keong Sawah, 'Cinta' Masa Kecil Susi Pudjiastuti Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dikenal selalu mempromosikan makan ikan dalam tiap kesempatan. Namun, rupanya ia juga gemar mengonsumsi keong sawah. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dikenal selalu mempromosikan makan ikan dalam tiap kesempatan. Namun, rupanya ia juga gemar mengonsumsi keong sawah.

"Saya dari kecil suka sekali makan keong sawah, apalagi bisa diolah dengan berbagai macam bumbu. Bisa tambah makan sampai lima kali kalau makan dengan keong sawah," ujar Susi saat berada di kediamannya kompleks Widya Chandra, Jakarta, Selasa (5/12) dalam pernyataannya yang diterima CNNIndonesia.com.

Menyadari bahwa keong sawah punya rasa yang enak, Susi cukup menyayangkan sebagian masyarakat yang memandang keong sawah sebelah mata. Padahal keong sawah juga bisa dijadikan alternatif sumber protein.


"Keong sawah nutrisinya sangat tinggi. Kandungan gizinya sangat bagus. Kandungan lemaknya juga rendah," katanya.

Sebenarnya, kata Susi, konsumsi keong sawah juga sudah dianjurkan pemerintah melalui undang-undang. Berdasarkan UU Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan, disebutkan bahwa kerang, cumi, udang, keong sawah dan sebangsanya termasuk jenis ikan yang masuk dalam program pemerintah untuk menambah gizi masyarakat.

Mengutip Tabel Komposisi Pangan Indonesia dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia (2009), dalam 100 gram keong sawah atau tutut mengandung 81 gram air, 64 gram energi, 12 gram protein, 1 gram lemak dan 2 gram karbohidrat. Selain itu, ia juga mengandung 217 miligram kalsium, serta sisanya mengandung niasin, folat, fosfor, vitamin A serta E.


Kendati kaya akan kandungan gizi, Susi mengakui keong sawah sulit ditemui di pasaran. Ia pun berencana untuk memasukkan keong sawah dalam program minapadi milik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Selama ini keong sawah dikenal tidak mengganggu tanaman padi seperti keong mas.

"Jadi win win solution bagi petani. Budidaya keong sawah juga bisa menambah pendapatan petani," tambahnya.

Susi berharap, masyarakat dapat memperkaya pilihan bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan protein harian. Sumber protein ada beragam sehingga baiknya masyarakat tak hanya bertumpu pada daging sapi saja.


"Saya ingin mengingatkan sumber protein kita itu banyak sekali. Bukan hanya daging sapi, tapi juga kerang, telur, ayam, dan terutama ikan. Kandungan protein tinggi tapi harga tidak semahal daging sapi. Ayo kita makan ikan!" ujarnya. (chs/chs)