Lima Hal Perusak Kesuburan Pria dan Wanita

Megiza, CNN Indonesia | Rabu, 28/09/2016 09:26 WIB
Lima Hal Perusak Kesuburan Pria dan Wanita Ilustrasi (DieterRobbins/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Masalah kesuburan menjadi hal yang terbilang mengerikan untuk dihadapi, terlebih bagi pasangan suami-istri yang sudah mengidam-idamkan mempunyai keturunan. Vonis tak subur seringkali disebabkan oleh faktor usia, genetik hingga lingkungan yang mempunyai pengaruh buruk untuk kesuburan seseorang.

Menjaga gaya hidup yang sehat dengan berolahraga dan mengonsumsi makan bernutrisi adalah faktor penting yang memengaruhi kesuburan.

Namun menurut spesialis kesuburan di Harley Street Fertility Clinic di Inggris, Geetha Venkat, ada beberapa hal yang ditemukan sehari-hari menjadi salah satu faktor seseorang dapat menjadi tidak subur.


Dilansir dari Independent, beberapa faktor keseharian yang dapat mengganggu rencana pasangan untuk mempunyai keturunan adalah:

1. Kekurangan vitamin D

Kandungan vitamin D dalam makanan seperti ikan berminyak, daging merah, hati sapi, kuning telur dan makanan yang telah difortifikasi, menjadi menu penting untuk dikonsumsi oleh mereka yang ingin menyehatkan kesuburan.

Beberapa penelitian telah menemukan bahwa kekurangan vitamin D dapat menyebabkan keguguran dan masalah ovulasi pada wanita dan fungsi sperma pada pria. Venkat menilai, mengasup multivitamin tidak cukup berpengaruh untuk meningkatkan kesuburan. Namun asupan vitamin D dapat memperbaikinya.

2. Bekerja di area dapur

Venkat menyebut, salah satu fungsi skrotum adalah sebagai pendingin udara untuk testis. Ia dapat menjaga suhu organ kelamin pria dan sperma. Artinya, bagi para koki yang sehari-harinya bekerja di dekat kompor yang panas dalam waktu yang cukup panjang, maka organ testis bakal rentan terekspos suhu sekitar yang panas.

3. Menggunakan laptop

Sama halnya dengan koki, suhu panas yang dikeluarkan oleh laptop dapat memengaruhi kesuburan jika itu terpapar ke organ skrotum dan testis.

Namun dia menegaskan, pengaruh besar itu disebabkan oleh panas mesinnya, bukan teknologi yang digunakan. Jadi, menyimpan telepon genggam di dalam kantong terbilang masih aman.

4. Bersepeda

Bersepeda dalam periode waktu yang berkepanjangan dapat berpengaruh pada produktivitas dan juga kualitas sperma. Beberapa studi menunjukkan bahwa bersepeda dengan rutinitas yang sedang, seperti ke menuju dan pulang dari kantor, kemungkinan besar tidak mempengaruhi peluang Anda untuk mempunyai keturunan.

5. Bekerja di dalam kantor

Bekerja dengan menghabiskan waktu yang cukup lama duduk di kursi, menurut Venkat, dapat memicu risiko tidak subur. Karenanya, dia menilai, penting untuk mereka yang bekerja di balik meja untuk tetap bergerak. Hal itu untuk memastikan proses pengeluaran zat beracun dapat berlangsung dengan lancar dan menjauhkannya dari organ reproduksi.


(meg/meg)