IHSG Anjlok 16,7 Persen pada Oktober, Asing Tarik Dana Rp16,88 T

CNN Indonesia
Jumat, 06 Nov 2026 08:15 WIB
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi di gedung BEI, Jakarta, Senin (27/4).
OJK melaporkan IHSG melemah 16,7 persen (mtm) pada Oktober 2026 dengan asing menarik dana Rp16,88 triliun. (CNN Indonesia/Endrapta Ibrahim Pramudhiaz).
Jakarta, CNN Indonesia --

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 5.057 pada akhir Oktober 2026. Indeks terkoreksi 16,7 persen secara bulanan atau month-to-month (mtm), setelah pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait reklasifikasi pasar Indonesia.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hasan Fawzi mengatakan tekanan tersebut turut mendorong aksi jual bersih (net sell) investor asing di pasar saham domestik yang mencapai Rp16,88 triliun.

"Masih terjadinya pengumuman MSCI atas reklasifikasi turut pengaruhi dinamika pasar modal, IHSG ditutup di 5.057 per akhir Oktober terkoreksi 16,7 persen mtm dengan net sell investor asing Rp16,88 triliun," ujar Hasan dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (5/11/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasan mengatakan perkembangan pasar modal Indonesia masih dibayangi tekanan cukup tinggi. 

Kendati demikian, aktivitas pasar tetap berjalan baik, tercermin dari korporasi yang masih memanfaatkan pasar modal sebagai sumber penghimpunan dana dan pertumbuhan basis investor domestik.

Di tengah koreksi IHSG, aktivitas perdagangan saham masih terjaga. Rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) pada Oktober 2026 tercatat sebesar Rp16,31 triliun, meningkat dibandingkan September 2026 yang sebesar Rp14,94 triliun.

Dengan demikian, RNTH sepanjang tahun berjalan atau year-to-date (ytd) mencapai Rp20,34 triliun. Sementara itu, bid-ask spread tercatat terjaga di level 1,52 persen pada Oktober 2026.

Dari sisi investor, jumlah investor pasar modal bertambah 1,38 juta secara bulanan menjadi 33 juta investor. Jumlah tersebut tumbuh 64,75 persen secara ytd, sejalan dengan inisiatif pendalaman pasar dan penguatan ekosistem digital di industri pasar modal.

Sementara itu, di pasar Surat Berharga Negara (SBN), investor asing justru mencatatkan aksi beli bersih (net buy) sebesar Rp9,55 triliun secara bulanan.

Dari sisi penghimpunan dana, nilai penawaran umum di pasar modal mencapai Rp209,77 triliun. OJK mencatat masih terdapat 26 penawaran umum dalam pipeline dengan nilai Rp24,46 triliun.

Hasan mengatakan realisasi penawaran umum hingga akhir tahun akan dipengaruhi dinamika pasar, minat investor, serta pertimbangan momentum. Adapun dana yang dihimpun melalui securities crowdfunding (SCF) per 29 Oktober 2026 tercatat sebesar Rp2,09 triliun.

Di segmen pasar obligasi, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) pada Oktober 2026 berada di level 431,5 atau termoderasi secara bulanan. Sementara itu, nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana per 30 Oktober 2026 tercatat sebesar Rp620,14 triliun, turun 2,66 persen secara bulanan.

Pada produk investasi baru, sejak peluncuran exchange traded fund (ETF) emas pada 10 Agustus 2026 hingga 30 Oktober 2026, tercatat tujuh produk ETF emas dengan total dana kelolaan Rp110,26 miliar.

Adapun bursa karbon mencatat 60 pengguna jasa dengan volume transaksi mencapai 1,98 juta ton setara karbon dioksida (CO2e). Akumulasi nilai transaksinya tercatat sebesar Rp94,2 miliar.

"OJK akan terus mencermati perkembangan pasar dan mendorong pemanfaatan pasar modal sebagai sumber pembiayaan dengan kualitas keterbukaan informasi," tutupnya.

[Gambas:Video CNN]

(lau/sfr)
LIHAT SELENGKAPNYA