Efisiensi Energi, Tantangan Nyata Bagi Operator di Balik Lonjakan Data

XLSmart | CNN Indonesia
Selasa, 27 Okt 2026 13:45 WIB
PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk atau XLSmart resmi berdiri pada Rabu (16/4) sebagai entitas telekomunikasi baru hasil merger XL Axiata dan Smartfren.
Foto: CNNIndonesia/Loamy
Jakarta, CNN Indonesia --

Pertumbuhan konsumsi data yang terus meningkat membuat industri telekomunikasi menghadapi tantangan baru. Di tengah kebutuhan masyarakat terhadap koneksi yang semakin cepat dan kapasitas jaringan yang lebih besar, operator juga dituntut menjaga penggunaan energi tetap efisien.

Tantangan tersebut kian relevan seiring memasuki era kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Penggunaan AI untuk mencari informasi, membuat konten, menganalisis data hingga mendukung berbagai layanan digital membuat kebutuhan terhadap infrastruktur komputasi dan konektivitas ikut melonjak.

Bagi operator telekomunikasi, konsekuensinya bukan sekadar menyediakan jaringan dengan kapasitas lebih besar. Infrastruktur yang menopang pertumbuhan trafik juga perlu dikelola dengan cerdas agar konsumsi energi dapat ditekan tanpa mengorbankan kualitas layanan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kondisi inilah yang mendorong operator telekomunikasi seperti XLSMART terus memperkuat infrastruktur untuk menampung pertumbuhan trafik di masa depan yang kian besar.

Dalam hal infrastruktur, XLSMART meningkatkan investasi jaringan pada tahun ini. Perusahaan menaikkan panduan capitalized capex 2026 dari sebelumnya Rp15 triliun menjadi Rp20 triliun.

Tambahan investasi tersebut akan digunakan untuk menambah pengoperasian BTS, fiberisasi, memperluas layanan 5G, serta memanfaatkan spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz.

Direktur dan Chief Regulatory Officer XLSMART, Merza Fachys mengatakan, perkembangan AI, cloud, dan adopsi layanan digital membuat kebutuhan terhadap konektivitas berkualitas terus meningkat.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur digital tidak hanya dapat diukur dari jumlah BTS maupun luas cakupan jaringan. Yang tak kalah penting adalah manfaat yang dihasilkan bagi masyarakat dan dunia usaha.

"Pembangunan infrastruktur digital harus memberikan manfaat nyata bagi Indonesia. Karena itu, kami memperkuat jaringan secara bertahap dan berdasarkan kebutuhan setiap wilayah," kata Merza dalam Media Gathering XLSMART di Jakarta, Jumat (5/9) lalu.

Ekspansi jaringan tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan infrastruktur telekomunikasi berjalan beriringan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan digital. Namun, semakin besar jaringan yang harus dioperasikan, semakin besar pula kebutuhan untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya.

BNR PRODUKSI - XL SMART - PCK 12099Foto: Arsip XLSMART


Efisiensi energi menjadi salah satu aspek penting dalam pengelolaan jaringan telekomunikasi. BTS beserta berbagai perangkat pendukungnya membutuhkan listrik untuk beroperasi. Di sisi lain, trafik data tidak selalu berada pada tingkat yang sama sepanjang hari.

Teknologi kemudian menjadi salah satu kunci untuk menjawab tantangan tersebut. Jaringan yang mampu membaca pola trafik dan menyesuaikan penggunaan sumber daya secara dinamis berpotensi mengurangi konsumsi energi ketika kapasitas tidak digunakan secara maksimal.

Pemanfaatan AI membuka peluang yang lebih luas. Teknologi ini tidak hanya digunakan untuk membuat konten atau membantu pekerjaan manusia, tetapi juga dapat diterapkan di balik layar untuk mengoptimalkan operasional jaringan.

Ketika volume data yang harus dikelola semakin besar, kemampuan sistem untuk membaca pola, memprediksi kebutuhan, serta menjalankan otomatisasi menjadi semakin penting.

XLSMART sendiri telah mengembangkan pemanfaatan AI dalam pengelolaan jaringan. Perusahaan menyebut teknologi tersebut digunakan, antara lain, melalui AI copilot pada Network Operations Center dan tim rekayasa lapangan untuk membantu berbagai proses operasional jaringan.

Dalam pengembangan solusi digital yang lebih ramah lingkungan, XLSMART juga memiliki X-Site. Solusi tersebut dapat memantau suhu di dalam perangkat BTS sekaligus mengontrol sistem pendingin secara otomatis.

Direktur dan Chief Technology Officer XLSMART, Shurish Subbramaniam mengatakan, pemanfaatan teknologi cerdas dalam operasional memberikan dampak signifikan terhadap performa perusahaan. Salah satunya dalam menekan konsumsi daya listrik yang selama ini menjadi salah satu tantangan terbesar industri telekomunikasi.

"Melalui inovasi ini, XLSMART mampu mengoptimalkan investasi, memangkas biaya operasional, serta mereduksi konsumsi energi secara signifikan hingga 40 persen pada berbagai sektor solusi yang kami kembangkan," ujar Shurish.

Meski demikian, tantangan industri telekomunikasi ke depan bukanlah menghentikan pertumbuhan trafik data. Kebutuhan terhadap layanan digital justru diperkirakan terus meningkat seiring meluasnya penggunaan cloud, streaming, Internet of Things (IoT), 5G, dan AI.

Karena itu pekerjaan rumah bagi operator adalah memastikan setiap penambahan kapasitas jaringan diikuti dengan pemanfaatan sumber daya yang semakin optimal.

Konsolidasi infrastruktur juga dapat menjadi bagian dari strategi tersebut. Setelah merger XL Axiata dan Smartfren, XLSMART melakukan integrasi jaringan dan konsolidasi infrastruktur untuk mengoptimalkan jaringan yang dimiliki.

Pada akhirnya, pertumbuhan digital tidak hanya ditentukan oleh seberapa besar trafik yang mampu dilayani oleh sebuah jaringan. Lebih dari itu, efisiensi dalam menggunakan sumber daya juga menjadi ukuran penting lainnya.

Di tengah volume data yang terus membesar dan AI yang semakin dekat dengan berbagai aktivitas sehari-hari, efisiensi energi harus menjadi bagian dari kualitas pertumbuhan digital itu sendiri.

Tantangannya bukan lagi sekadar membangun jaringan yang lebih besar, melainkan menghadirkan jaringan yang mampu bekerja lebih cerdas, efisien, dan berkelanjutan.

(ory/ory)
placeholder
LIHAT SELENGKAPNYA