s

Danantara Jamin Tak Ada PHK Karyawan di Tengah Perampingan BUMN

CNN Indonesia
Selasa, 27 Okt 2026 09:10 WIB
Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria
COO Danantara Indonesia Dony Oskaria menjamin tidak ada pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan di tengah upaya perampingan BUMN. (Foto: CNN Indonesia/Laurent Nabila Zahra)
Jakarta, CNN Indonesia --

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria menjamin tidak ada pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan di tengah upaya perampingan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Hal itu diungkap Dony di tengah Danantara sedang gencar melakukan transformasi BUMN dengan menutup ratusan perusahaan plat merah.

"Tidak ada pengurangan karyawan," ujar Dony saat ditemui di sela-sela acara Danantara Technology Innovation Investment Forum 2026 di Jakarta, Senin (26/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam kurun waktu 18 bulan Danantara mentransformasi BUMN, jumlah BUMN yang ditutup mencapai 364 dari 1.074 perusahaan plat merah yang ada. Transformasi menyeluruh tersebut dieksekusi melalui skema konsolidasi, merger, divestasi, hingga likuidasi perusahaan.

Dony menargetkan hingga akhir tahun ini pihaknya akan menutup atau melikuidasi 750 perusahaan, termasuk 50 perusahaan di bawah naungan Telkom dan 124 anak usaha Pertamina.

Selain penutupan, Danantara juga melepas (divestasi) 208 perusahaan non-inti seperti anak usaha kontraktor BUMN Karya yang justru memiliki aset melenceng seperti hotel dan jaringan serat optik.

Restrukturisasi keuangan fundamental turut diterapkan pada 15 perusahaan bermasalah, termasuk Krakatau Steel, Kimia Farma, Garuda Indonesia, serta PT Adhi Karya dan PT PP.

Di sektor konsolidasi yang melibatkan sekitar 200 entitas, Danantara telah melebur tujuh perusahaan logistik (freight-forwarding) di bawah Pelindo.

Lalu, penyatuan 60 rumah sakit ke dalam Indonesia Healthcare Corporation (IHC) serta 72 aset hotel milik BUMN berhasil dikonsolidasikan di bawah naungan Injourney Hospitality (HIN).

Konsolidasi lima entitas manajemen investasi (Mandiri, BNI, BRI, dan PNM) juga telah melahirkan manajer aset terbesar di Indonesia dengan total dana kelolaan mencapai Rp190 triliun.

Di sektor kawasan industri, 23 entitas digabung menjadi satu pengelola dengan lahan seluas 16 ribu hektare yang diklaim sebagai terbesar di Asia Tenggara.

Ke depan, 16 perusahaan asuransi BUMN akan diciutkan menjadi hanya tiga entitas, yaitu asuransi jiwa, umum, dan kredit.

Sementara itu, perusahaan sekuritas akan dirampingkan menjadi dua entitas saja.

[Gambas:Video CNN]

(dhz/pta)
LIHAT SELENGKAPNYA