Daftar 8 BUMN dengan Lonjakan Laba Terbesar per Akhir Agustus 2026

CNN Indonesia
Senin, 26 Okt 2026 18:20 WIB
COO Danantara Dony Oskaria menyampaikan pemaparan dalam Jogja Financial Festival 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, DIY, Sabtu (23/5/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
BPI Danantara Indonesia mengungkap delapan BUMN mencatat lonjakan laba bersih (net profit) yang dahsyat selama Januari hingga Agustus 2026. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman).
Jakarta, CNN Indonesia --

BPI Danantara Indonesia mengungkap delapan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencatat lonjakan laba bersih (net profit) yang dahsyat selama Januari hingga Agustus 2026.

Pada posisi pertama, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria mengatakan ada PT Semen Indonesia (Persero) Tbk yang labanya selama delapan bulan tersebut meningkat 427 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Lonjakan tersebut berkat perubahan model bisnis Semen Indonesia yang dilakukan oleh Danantara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Semen Indonesia membukukan kenaikan keuntungan 427 persen. Bagaimana caranya? Kita mengubah business model-nya," ujar Dony dalam acara Danantara Technology Innovation Investment Forum 2026 di Jakarta, Senin (26/10).

Posisi selanjutnya ditempati oleh PT Pupuk Indonesia dengan pertumbuhan laba mencapai 233 persen. Capaian ini juga berkat perubahan model bisnis yang dilakukan Danantara.

Menurut Dony, model bisnis Pupuk Indonesia sebelumnya menggunakan skema cost-plus, di mana pemerintah menetapkan margin sebesar 7 persen dari total biaya.

Skema tersebut dinilai tidak efisien karena keuntungan perusahaan justru semakin besar apabila biaya produksi membengkak.

Oleh karena itu, model bisnis diubah menjadi mark to market yang mengacu pada harga pasar. Perubahan ini mendorong efisiensi sekaligus mampu membawa Pupuk Indonesia membangun delapan pabrik pupuk baru saat ini.

Melalui skema baru tersebut, peningkatan investasi akan menekan biaya produksi, sehingga margin keuntungan semakin besar.

Posisi ketiga ditempati oleh PT Danareksa (Persero) dengan peningkatan laba mencapai 110 persen dan keempat PTPN III sebesar 55 persen.

Posisi kelima ditempat oleh PT Pertamina (Persero) dengan lonjakan laba sebesar 48 persen.

Lonjakan laba perusahaan migas negara itu terjadi setelah tiga anak perusahaan Pertamina yang bergerak di bidang hilir digabung atau merger.

Ketiga perusahaan itu adalah Pertamina Patra Niaga, Pertamina International Shipping, dan Kilang Pertamina Internasional.

"Sebelumnya tiga perusahaan ini melakukan transaksi yang ber-layer. Kami gabung ketiga perusahaan tersebut menjadi satu bisnis hilir Pertamina. Kami berhasil menghemat 1 miliar dolar AS dalam enam bulan," ujar Dony.

Secara keseluruhan, selama Januari-Agustus 2026 (8M2026), jumlah laba gabungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyentuh Rp214,9 triliun.

Angka tersebut melesat 18,4 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan perolehan pada periode yang sama tahun lalu (8M25) sebesar Rp181,5 triliun.

Peningkatan tersebut turut mengerek tingkat imbal hasil ekuitas (return on equity/ROE) yang disetahunkan menjadi 8,0 persen, naik 0,6 poin dari posisi 7,4 persen pada periode 8M25.

Berikut daftar lengkap delapan BUMN dengan lonjakan laba yang signifikan selama Januari-Agustus 2026:

1. Semen Indonesia sebesar 427 persen

2. Pupuk Indonesia sebesar 233

3. Danareksa sebesar 110 persen

4. PTPN III sebesar 55 persen

5. Pertamina sebesar 48 persen

6. Pelindo sebesar 45 persen

7. BTN sebesar 35 persen

8. Bank Mandiri sebesar 16 persen

[Gambas:Video CNN]

(dhz/sfr)