BUMN Raup Laba Rp214,9 T hingga Agustus 2026, Naik 18,4 Persen

CNN Indonesia
Senin, 26 Okt 2026 16:28 WIB
Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria ketika ditemui saat acara Danantara Housing Expo 2026 di NICE, PIK, Banten, Kamis (27/8).
BPI Danantara Indonesia mencatat lonjakan laba bersih gabungan BUMN hingga menyentuh Rp214,9 triliun pada delapan bulan pertama 2026 (8M26). (CNN Indonesia/Endrapta Ibrahim Pramudhiaz).
Jakarta, CNN Indonesia --

BPI Danantara Indonesia mencatat lonjakan laba bersih (net profit) gabungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hingga menyentuh Rp214,9 triliun hingga Agustus 2026 (8M26).

Capaian tersebut melesat 18,4 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan perolehan pada periode yang sama tahun lalu (8M25) sebesar Rp181,5 triliun.

Peningkatan tersebut turut mengerek tingkat imbal hasil ekuitas (Return on Equity/ROE) yang disetahunkan menjadi 8,0 persen, naik 0,6 poin dari posisi 7,4 persen pada periode 8M25.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria menjelaskan lonjakan kinerja ini merupakan hasil dari transformasi menyeluruh dan perbaikan tata kelola perusahaan pelat merah.

"Sekarang perusahaan-perusahaan kita di-manage dengan tata kelola yang baik dan kita dibantu oleh banyak pihak," ujar Dony dalam Danantara Technology Innovation Investment Forum 2026 di Jakarta, Senin (26/10).

Proses perbaikan tata kelola tersebut melibatkan sejumlah pihak, meliputi Kejaksaan Agung melalui Jamdatun dan Jamintel, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Perombakan model bisnis ini membuahkan rekor pertumbuhan laba yang fantastis bagi sejumlah BUMN. Semen Indonesia memimpin daftar dengan lonjakan mencapai 427 persen secara tahunan.

"Semen Indonesia membukukan kenaikan keuntungan 427 persen. Bagaimana caranya? Kita merubah business model-nya," ujar Dony.

Posisi selanjutnya ditempati oleh Pupuk Indonesia dengan pertumbuhan laba mencapai 233 persen, disusul oleh Danareksa yang mencatatkan peningkatan sebesar 110 persen.

Hingga akhir tahun ini, Danantara menargetkan laba bersih gabungan BUMN dapat ditutup pada angka Rp360 triliun.

[Gambas:Video CNN]

(dhz/sfr)