Potensi ekspor terasi udang rebon asal Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, kian terbuka seiring meningkatnya permintaan pasar internasional.
Produk olahan hasil laut dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tersebut mulai memperluas jangkauan pasar, salah satunya melalui pengiriman perdana sebanyak 40 ton ke Thailand.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan melepas ekspor perdana terasi udang rebon tersebut di depan Kantor Bupati Asahan. Pengiriman dengan nilai sekitar Rp230 juta itu menjadi salah satu langkah untuk memperkuat akses pasar produk olahan lokal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hari ini kita melepas ekspor perdana produk UMKM asal Kabupaten Asahan, berupa terasi udang rebon sebanyak 40 ton ke Thailand, dengan nilai sekitar Rp230 juta," kata Zulkifli dikutip Senin (26/10).
Ekspor tersebut membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk menjangkau konsumen di luar negeri sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil perikanan.
Dengan pengolahan menjadi produk siap pasar, potensi perikanan daerah tidak hanya bergantung pada penjualan hasil tangkapan dalam bentuk mentah.
Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Asahan, ekspor komoditas terasi pada 2025 mencapai 1.897,7 ton dengan nilai sekitar Rp21 miliar. Pada 2026, volumenya meningkat menjadi 2.758,5 ton dengan nilai sekitar Rp34 miliar.
Zulkifli berharap pengiriman perdana ke Thailand dapat berlanjut secara rutin dan membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk olahan hasil laut dari Asahan.
"Dengan begini, setelah melepas ekspor terasi, akses pasar semakin terbuka. Kita minta Bank Indonesia, Pak Bupati, tolong didukung semua agar UMKM kita bisa berkembang," kata Zulkifli.
Turut Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Menteri Transmigrasi, Anggota DPR RI, Wakil Gubernur Sumatera Utara, Bupati Asahan, Wakil Bupati Asahan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar.
Kemudian, Staf Khusus Menteri Kelautan Dan Perikanan, Kepala Badan Mutu KKP Tanjung Balai Asahan, Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenko Pangan, unsur Forkopimda dan OPD Kabupaten Asahan, dan seluruh stakeholders sektor kelautan dan perikanan.
(inh)