Danantara Bidik 17 Kota Punya Fasilitas Kelola Sampah Jadi Energi 2029

CNN Indonesia
Kamis, 22 Okt 2026 19:35 WIB
Pemulung memilah sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (12/9/2025). Pemerintah mendorong pengembangan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) melalui revisi Perpres nomor 35 tahun 2018 tentang Percepatan Pe
Danantara Investment Management (DIM) menargetkan 15 hingga 17 kota besar di Indonesia memiliki fasilitas pengolahan sampah menjadi energi (WtE). Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar).
Jakarta, CNN Indonesia --

Danantara Investment Management (DIM) menargetkan 15 hingga 17 kota besar di Indonesia memiliki fasilitas pengolahan sampah menjadi energi (waste to energy/WtE).

"Harapan kita (Danantara) paling nggak akhir 2028 awal atau pertengahan 2029, 15 hingga 17 kota terbesar di Indonesia sudah punya fasilitas yang waste energy yang terbaik dan isu sampah di 17 tempat ini bisa diatasi," ujar Managing Director Investment DIM Stefanus Ade Hadiwidjaja dalam Coffee Morning Session Danantara di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis (22/10).

Saat ini, sambung Stefanus, pembangunan tiga proyek WtE telah dimulai. Sementara itu, delapan kota lainnya masih berada dalam proses studi kelayakan (feasibility study).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Stefanus juga berharap proses studi kelayakan tersebut segera rampung sehingga proyek-proyek di 8 kota itu bisa masuk ke tahap keputusan akhir.

"Tiga (proyek) sudah mulai membangun dan tadi saya bilang, delapan in the process of feasibility dan mudah-mudahan final investment decision untuk delapan kota baru ini akan terjadi segera," ujarnya.

Jika prosesnya berjalan sesuai rencana, Danantara berharap penandatanganan kesepakatan untuk proyek-proyek tersebut dapat dilakukan dalam waktu dekat.

Peluang penandatanganan juga terbuka dalam penyelenggaraan The New Asia Forum yang dijadwalkan berlangsung pada 3-4 Desember 2026 di Bali.

"Kita bisa nanti melakukan penanda tangan di New Asia Forum akan lagi the next four cities juga akan mudah-mudahan tendernya mulai segera jadi harapan kita paling nggak akhir 2028 awal atau pertengahan 2029 15-17 kota terbesar di Indonesia sudah punya fasilitas yang waste to energy yang terbaik," ujarnya.

Selain proyek di delapan kota tersebut, Danantara juga menyiapkan pengembangan fasilitas WtE di empat kota berikutnya. Proyek-proyek itu diharapkan segera memasuki proses tender.

Pengembangan fasilitas WtE menjadi salah satu upaya Danantara untuk membantu menangani persoalan sampah di daerah sekaligus mendorong pemanfaatan sampah menjadi sumber energi.

Dalam pelaksanaannya, Danantara bekerja sama dengan pemerintah daerah dan kementerian terkait.

Stefanus juga menjelaskan Danantara berperan sebagai katalis dalam pengembangan proyek. Peran tersebut mencakup upaya mempertemukan pemerintah daerah dengan investor, penyedia teknologi, serta lembaga pembiayaan yang dapat mendukung pembangunan tersebut.

Untuk mendukung pembiayaan proyek, Danantara juga memilih 34 lembaga keuangan dari total 48 pendaftar yang mengikuti proses seleksi. Lembaga-lembaga tersebut akan masuk dalam panel pemberi pinjaman (lenders) untuk proyek WtE.

Lebih dari separuh lembaga keuangan yang terpilih merupakan institusi global. Di antaranya terdapat bank dari Prancis, China, Singapura, dan Jepang, serta bank pembangunan multilateral dan bank swasta dalam negeri.

Lembaga keuangan yang telah terpilih nantinya akan dipertemukan dengan pemerintah daerah terkait untuk mendukung pembiayaan masing-masing proyek. Skema tersebut diharapkan dapat memperluas akses pendanaan bagi pembangunan fasilitas WtE di berbagai wilayah.

Danantara menargetkan pengembangan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi dapat menjangkau 15 hingga 17 kota besar pada periode yang telah ditetapkan. Jika wilayah kabupaten yang turut tercakup dalam program tersebut ikut dihitung, jangkauan pengembangan proyek diperkirakan dapat meliputi lebih dari 30 daerah.

[Gambas:Video CNN]

(lil/sfr)