Tanoto Foundation kembali membuka Kompetisi Karya Jurnalistik Pendidikan 2026 bagi jurnalis di seluruh Indonesia. Pendaftaran dan pengajuan proposal dibuka hingga 9 November 2026 pukul 23.59 WIB.
Sebanyak 20 proposal terpilih akan mendapatkan dukungan pendanaan dengan total Rp100 juta untuk menghasilkan liputan mendalam mengenai berbagai isu pendidikan di Indonesia.
Melalui kegiatan tahunan ini, Tanoto Foundation mendorong lebih banyak isu pendidikan mendapatkan perhatian publik melalui karya jurnalistik yang mendalam, berbasis fakta, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Liputan yang dihasilkan diharapkan dapat memperluas pemahaman publik mengenai tantangan pendidikan, serta mendorong diskusi yang konstruktif untuk mendukung perbaikan.
External Communications Lead Tanoto Foundation, Patrick Hutajulu menyatakan, selama ini, isu pendidikan kerap hanya diberitakan ketika kebijakan baru diluncurkan atau masalah muncul.
Menurutnya, masyarakat perlu memahami bagaimana kebijakan dan program pendidikan dijalankan, tantangan yang dihadapi di lapangan, serta dampaknya bagi anak, guru, dan keluarga.
"Melalui kompetisi ini, kami ingin mendukung jurnalis menghasilkan liputan yang mendalam, berbasis fakta, serta inspiratif, sehingga publik mendapatkan gambaran yang lebih utuh tentang persoalan pendidikan dan ruang diskusi untuk mendorong perbaikan semakin terbuka," ujar Patrick.
(Foto: Arsip Tanoto Foundation) |
Tahun ini, jurnalis dapat mengajukan proposal peliputan yang mencakup tiga tema utama, yaitu Pengembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, serta Pendidikan Tinggi.
Setiap tema memiliki sejumlah subtema yang dapat menjadi acuan bagi peserta untuk mengembangkan ide peliputan sesuai dengan isu yang relevan dan konteks di daerah masing-masing.
Ke-20 proposal pilihan yang mendapatkan dukungan pendanaan, akan melanjutkan ke tahap peliputan serta publikasi.
Persyaratan untuk proposal liputan ini mencakup kesesuaian dengan tema; merupakan ide peliputan yang orisinal, belum pernah dan tidak sedang diikutsertakan dalam kompetisi atau beasiswa liputan lain; tidak mengandung unsur saduran, terjemahan, atau plagiarisme.
Persyaratan selanjutnya, proses peliputan wajib mengikuti Kode Etik Jurnalistik; serta karya yang dihasilkan harus dipublikasikan melalui media/platform seperti tercantum dalam proposal.
Adapun tiga karya terbaik akan menerima penghargaan tambahan di akhir periode kompetisi.
Berikut persyaratan untuk peserta Karya Jurnalistik Pendidikan 2026:
Terbuka bagi jurnalis tetap maupun lepas (freelance) yang aktif bekerja untuk media di Indonesia yang terdaftar di Dewan Pers.
Bisa perorangan atau grup.
Dapat menunjukkan bukti karya yang telah dipublikasikan di media massa, baik cetak, digital, radio, maupun televisi
memahami dan menerapkan Kode Etik Jurnalistik dan prinsip-prinsip jurnalisme yang bertanggung jawab.
Periode Karya Jurnalistik Pendidikan 2026
Rangkaian Kompetisi Karya Jurnalistik Pendidikan 2026 dimulai dengan sesi pembekalan daring pada 23 Oktober, dilanjutkan pendaftaran dan pengumpulan proposal mulai 23 Oktober 2026-9 November.
Para calon peserta dapat mengikuti sesi pembekalan dengan mendaftarkan diri terlebih dahulu melalui bit.ly/2026KompetisiJurnalistikTF.
Proposal terpilih akan diumumkan pada 10 November. Para jurnalis dengan proposal terpilih kemudian menjalankan proses peliputan dan publikasi mulai 10 November-11 Desember.
Rangkaian kegiatan akan ditutup dengan pengumuman tiga karya terbaik pada 16 Desember.
Jurnalis yang berminat dapat membaca informasi lengkap mengenai tema, subtema, persyaratan, dan mekanisme pendaftaran melalui laman resmi Kompetisi Karya Jurnalistik Pendidikan 2026 di www.tanotofoundation.org/kompetisijurnalistiktf2026/ atau lewat tautan bit.ly/2026KompetisiJurnalistikTF.
(rea/rir)
